Yayasan Ma’had Tahfidzul Qur’an Khairaatul Istiqamah Bantu Polisi Menangkal Paham Radikalisme

oleh -
Pertemuan tim Satgas Ops Madago bersama Ustadz Samsul Haq Dg. Pawata selaku Ketua Yayasan Ma'had Tahfidzul Qur'an Khairaatul Istiqomah. (FOTO: IST)

SIGI – Yayasan Ma’had Tahfidzul Qur’an Khairaatul Istiqomah menjalin kerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago.

Kerja sama itu sebagai upaya menjaga situasi Kamtibmas dan melawan penyebaran faham radikal serta penghinaan terhadap Pemerintah Indonesia,

Kerja sama ini disampaikan dalam kegiatan silaturahmi yang dihadiri tim Satgas Ops Madago, bersama Ustadz Samsul Haq Dg. Pawata selaku Ketua Yayasan Ma’had Tahfidzul Qur’an Khairaatul Istiqomah.

Dalam pertemuan tersebut, tim berhasil meyakinkan Yayasan Ma’had Tahfidzul Qur’an Khairaatul Istiqomah tentang pentingnya bekerja sama sebagai agen filter untuk meminimalisir penyebaran faham radikal dan melawan pihak yang melanggar keamanan negara di wilayah Kabupaten Sigi.

Ustadz Samsul Haq Dg. Pawata, dalam kesempatan tersebut, memberikan saran dan masukan kepada tim untuk lebih mengawasi eksistensi aliran atau sekte Syiah di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, terutama di Kota Palu.

Menurutnya, saat ini eksistensi sekte syiah di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah mungkin belum terlalu signifikan.

“Namun jika tidak diawasi dengan baik, hal tersebut dapat merusak stabilitas keamanan, terutama dalam sektor keagamaan, seperti yang terjadi pada beberapa wilayah di Timur Tengah,” katanya.

Yayasan Ma’had Tahfidzul Qur’an Khairaatul Istiqomah adalah lembaga pendidikan yang menekankan program prioritas hafal Al-Qur’an, pembelajaran Bahasa Arab, kitab fiqih, ibadah wajib dan sunnah, termasuk Shalat Fardhu dan Shalat Tahajud secara berjamaah.

Dalam menjalankan program-program ini, Ustadz Samsul Haq Dg. Pawata, sebagai Ketua Yayasan Ma’had Tahfidzul Qur’an Khairaatul Istiqomah, mengambil rujukan dari Mazhab Imam Syafi’i, yang juga diikuti oleh Nahdlatul Ulama dan Alkhairat Palu, yang mayoritas ulama dan pengikutnya mengambil pedoman dari Mazhab Imam Syafi’i.

Ustadz Samsul Haq Dg. Pawata memiliki latar belakang aliran atau kelompok dari Jamaah Tabligh yang berpusat di IPB (India Pakistan Bangladesh).

Sebelumnya, ia telah menimba ilmu selama sembilan tahun pada Halaqah atau majelis ilmu Jamaah Tabligh di IPB sebelum kembali ke Indonesia dan membuka Ma’had atau Pondok Pesantren bersama istrinya.

Dalam upaya untuk memperkaya pengetahuan santri-santri yang belajar di Yayasan Ma’had Tahfidzul Qur’an Khairaatul Istiqomah, Ustadz Samsul Haq Dg. Pawata tidak hanya mengajarkan Bahasa Arab, tetapi juga kitab fiqih.

Kitab yang diajarkan kepada para santri tersebut adalah Kitab Ar-Risalah karya Imam Syafi’i.

Kitab Ar-Risalah merupakan salah satu karya terkenal Imam Syafi’i yang membahas tentang hukum-hukum dalam agama Islam.

Dengan mempelajari kitab ini, santri-santri di Yayasan Ma’had Tahfidzul Qur’an Khairaatul Istiqomah dapat memperdalam pemahaman mereka tentang fiqih dan prinsip-prinsip hukum dalam agama Islam.

Ustadz Samsul Haq Dg. Pawata menjelaskan bahwa pilihan untuk mengambil rujukan dari Mazhab Imam Syafi’i didasarkan pada kesesuaian ajaran dan praktik yang dianut oleh Nahdlatul Ulama dan Alkhairaat Palu.

Hal ini juga memberikan landasan yang kokoh bagi para santri dalam menjalankan ibadah sehari-hari dan memahami hukum-hukum agama dengan lebih mendalam.

Yayasan Ma’had Tahfidzul Qur’an Khairaatul Istiqomah, yang bermarkas di Desa Sigimpu Kecamatan Sigi kota Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, telah menjalin kerja sama yang erat dengan berbagai pihak, termasuk Satgas Ops Madago, untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pembelajaran dan praktik keagamaan.

Kerja sama ini diharapkan dapat mencegah penyebaran faham radikal dan menjaga stabilitas keamanan di Wilayah Kabupaten Sigi.

Dalam silaturahmi yang berlangsung, tim dari Satgas Ops Madago juga memberikan apresiasi atas kontribusi dan upaya Yayasan Ma’had Tahfidzul Qur’an Khairaatul Istiqomah dalam memperkuat pilar-pilar keagamaan dan membangun generasi muda yang berintegritas.

Mereka berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan untuk menciptakan masyarakat yang harmonis, sejahtera, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.

Melalui upaya bersama antara Yayasan Ma’had Tahfidzul Qur’an Khairaatul Istiqomah, Satgas Ops Madago, dan pihak-pihak terkait, diharapkan dapat tercipta situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di sektor keagamaan. *