PARIMO, MAL – Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo), H. Abdul Sahid, memastikan Pemerintah Parigi Moutong (Parimo) segera menangani tanggul jebol yang memicu banjir di Kecamatan Torue. Penanganan darurat akan dilakukan menggunakan bronjong guna mencegah banjir kembali meluas dan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

Kepastian itu disampaikan Abdul Sahid saat meninjau langsung sejumlah titik terdampak banjir di Kecamatan Torue, didampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Torue, serta pemerintah desa.

“Kami bersama Pak Kalak BPBD dan kepala desa sudah sepakat. Insya Allah besok tanggul yang jebol akan segera diantisipasi dengan pemasangan bronjong. Ini penting agar dampak banjir tidak meluas lagi ke depan,” ungkapnya, Rabu (01/07).

Dalam peninjauan tersebut, Wabup mendapati dampak banjir paling parah terjadi pada sektor pertanian. Di Desa Purwosari, sekitar 50 meter persegi areal persawahan tertimbun material tanah dan lumpur. Padahal tanaman padi di lahan tersebut telah mulai berbuah dan dalam waktu dekat siap dipanen.

“Alhamdulillah kondisi warga aman dan air sudah mulai surut. Namun yang paling terdampak adalah sektor pertanian. Sawah yang tidak lama lagi akan dipanen justru diterjang banjir dan banyak yang rusak,” ujarnya.

Selain Desa Purwosari, Abdul Sahid juga meninjau sejumlah titik rawan lainnya. Di Dusun 8 Desa Tolai, drainase mengalami kerusakan cukup parah sehingga diperlukan pelebaran saluran. Wabup bahkan mengajak warga yang memiliki lahan di sekitar drainase untuk mengikhlaskan sebagian tanahnya demi kepentingan perbaikan.

Sementara di Desa Tolai Barat, luapan air menyebabkan abrasi yang sempat mengancam permukiman warga. Adapun di Desa Tolai Timur, penyempitan saluran air dinilai menjadi salah satu penyebab banjir sehingga pemerintah berkomitmen segera melakukan normalisasi dan pelebaran drainase.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan signifikan pada permukiman, banjir akibat jebolnya tanggul menyebabkan kerugian besar bagi petani. Luapan air merendam sawah yang tengah memasuki masa panen sehingga berpotensi menurunkan hasil produksi.

Ia mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat sampah.

“Mari kita bekerja sama menjaga saluran air tetap bersih. Jika aliran air lancar dan tidak tersumbat, insya Allah risiko banjir dapat kita kurangi,” pungkasnya.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong Yolanda Mambu, jajaran OPD teknis, Camat Torue, Bagian Umum, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), serta para kepala desa di wilayah terdampak.