PALU, MAL – Konektivitas udara internasional Sulawesi Tengah semakin terbuka setelah rute penerbangan langsung Palu-Guangzhou resmi diluncurkan. Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menyambut langsung kedatangan penerbangan perdana (Inaugural Flight) China Southern Airlines rute Guangzhou–Palu di Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, pada Selasa, 11 Agustus. Acara ini menandai tonggak penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Kedatangan pesawat disambut dengan prosesi water salute, sebuah tradisi dalam dunia penerbangan untuk meresmikan rute baru. Pembukaan rute langsung Palu–Guangzhou dan Guangzhou–Palu ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperkuat hubungan internasional.
Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido menjelaskan bahwa upaya pembukaan jalur udara langsung ke Tiongkok ini telah dirintis oleh Gubernur. Ia menekankan bahwa hadirnya penerbangan Palu-Guangzhou tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka lebar pintu perdagangan, investasi, pariwisata, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya antara Sulawesi Tengah dan Tiongkok.
“Dulu kalau mau ke Guangzhou harus ke Jakarta dulu, bahkan harus menginap. Sekarang kita bisa langsung dari Palu. Ini luar biasa,” kata Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, menyoroti efisiensi perjalanan yang kini ditawarkan rute baru ini. Kondisi tersebut dinilai akan meningkatkan daya saing daerah.
Antusiasme masyarakat terhadap rute baru ini cukup tinggi. Dari sekitar 200 kursi yang tersedia pada penerbangan perdana, sebanyak 176 kursi telah terisi. Pemerintah Provinsi berharap minat ini dapat terus dipertahankan melalui promosi bersama, demi keberlanjutan dan peningkatan frekuensi penerbangan Palu-Guangzhou.
“Promosi ini jangan berhenti di sini. Mari kita bersama-sama, melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan, mempromosikan penerbangan ini supaya terus penuh,” tegas Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido. Ia menambahkan bahwa frekuensi penerbangan direncanakan bertambah menjadi dua kali dalam sepekan mulai September mendatang.
Pengembangan konektivitas penerbangan dari berbagai daerah menuju Palu juga terus didorong oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Keberadaan penerbangan internasional ini dianggap krusial untuk menjadikan Sulawesi Tengah semakin dikenal di kancah global.
“Kalau kita ingin dikenal, kita harus punya bandara Internasional dan penerbangan Internasional. Ini membuka jalan semakin majunya perdagangan, ekonomi, pariwisata, dan hubungan kita dengan negara lain,” ujarnya.
Wakil Gubernur berharap kerja sama dan konektivitas ini dapat berjalan berkesinambungan, diikuti peningkatan frekuensi penerbangan serta pengembangan infrastruktur Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri. Ini adalah wujud komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah agar daerah terus maju. ***
