MORUT, MAL – Polres Morowali Utara (Morut) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Siaga Penanggulangan Bencana Karhutla di Lapangan Apel Polres Morowali Utara, Selasa (11/8).
Apel dipimpin langsung Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, didampingi Kapolres Morowali Utara AKBP Junaidy Anthonius Weken, S.I.K.
Kegiatan tersebut melibatkan personel TNI dari Yonif TP 825/Garuda Yudha Sakti, Polres Morowali Utara, Satpol PP, Damkar, BPBD, serta Senkom Kabupaten Morowali Utara.
Dalam amanat Kapolda Sulawesi Tengah yang dibacakan Bupati Morowali Utara, disampaikan bahwa apel siaga tersebut digelar serentak di seluruh jajaran Polres di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah.
Apel menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel dan sarana dalam mengantisipasi potensi karhutla.
Kapolda juga meminta Satgas Karhutla bekerja secara maksimal, efektif, dan efisien dengan mengutamakan langkah pencegahan.
Usai apel, Bupati Morowali Utara bersama Kapolres dan jajaran pejabat utama Polres serta Kasatpol PP melakukan pemeriksaan terhadap berbagai peralatan pendukung penanggulangan karhutla.
Pengecekan meliputi mesin pompa air, selang pemadam, kendaraan operasional, hingga perlengkapan personel yang akan digunakan saat bertugas di lapangan.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan berada dalam kondisi baik dan siap digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Bupati Siapkan APAR di Polsek dan Koramil
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Morowali Utara menyampaikan rencana untuk mendukung setiap Polsek dan Koramil memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Penyediaan APAR tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menangani sumber api sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar dan membutuhkan pengerahan personel serta peralatan dalam jumlah lebih banyak.
Kapolres Morowali Utara mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, komunikasi, koordinasi, kolaborasi, dan soliditas antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri perlu terus dipertahankan.
Ia mengatakan ancaman karhutla harus diantisipasi sejak dini melalui langkah preventif dan kesiapsiagaan seluruh instansi terkait.
“Apel siaga yang kita laksanakan tadi merupakan bentuk komitmen Polres Morowali Utara dalam menghadapi potensi karhutla yang dapat terjadi kapan saja. Saya meminta seluruh personel untuk selalu siap siaga, menjaga kesehatan, meningkatkan kemampuan, serta memastikan seluruh peralatan dalam kondisi prima sehingga dapat digunakan secara maksimal saat dibutuhkan di lapangan,” tegas Junaidy.
Kapolres juga meminta seluruh personel menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta memperkuat sinergi dengan instansi terkait dalam upaya pencegahan maupun penanganan karhutla.
Menurutnya, penanggulangan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh pihak.
“Dengan kesiapan personel dan peralatan yang kita miliki saat ini, saya optimistis kita semuanya telah siap memberikan respons cepat dan terbaik untuk melindungi masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan dari dampak karhutla,” tambahnya.**
