PALU – Universitas Tadulako (Untad) menargetkan memiliki sekitar 112 program studi (Prodi) pada 2027 seiring proses pengembangan sejumlah program studi baru yang saat ini tengah diajukan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi kampus dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hingga Mei 2026, Untad tercatat telah memiliki 103 program studi. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan awal 2025 yang masih berjumlah 94 program studi.

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar S.T., M.T., mengatakan penambahan program studi dilakukan untuk menjawab tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi dan kebutuhan tenaga profesional di berbagai bidang.

Menurutnya, pembukaan program studi baru tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah, tetapi juga memperhatikan kesiapan institusi agar pendidikan yang diselenggarakan tetap berkualitas.

“Penambahan program studi merupakan upaya institusi dalam menjawab tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Tentunya langkah ini dilakukan dengan mempertimbangkan kecukupan infrastruktur, ketersediaan dosen, serta dukungan teknologi, sehingga program studi yang dibuka mampu menghasilkan lulusan yang relevan dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional,” ujar Amar, di Palu, baru-baru ini.

Saat ini, beberapa usulan program studi baru masih dalam proses pengajuan. Di antaranya Program Studi Kedokteran Gigi dan Profesi, Magister Sumber Daya Alam dan Lingkungan, serta Magister Kehutanan yang sedang berproses melalui Sistem Informasi Akademik dan Administrasi (SIAGA).

Selain itu, usulan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat telah dibahas di tingkat Senat Universitas. Sementara sejumlah program studi lainnya, seperti Program Studi Geografi, Magister Farmasi, serta Program Studi Keperawatan dan Profesi Ners, telah memasuki tahap konsultasi dengan Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP).

Apabila seluruh usulan tersebut memperoleh persetujuan, jumlah program studi di Untad diproyeksikan mencapai sekitar 112 program studi pada 2027.

Sekretaris LPMPP Untad, Prof. Dr. Ir. Amiruddin Kade, S.Pd., M.Si., menyebut pengembangan program studi menjadi salah satu upaya kampus untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus keluar daerah.

“Peningkatan jumlah Prodi juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memperoleh akses pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah,” katanya.

Di samping menambah jumlah program studi, Untad juga terus mendorong peningkatan kualitas akademik. Saat ini, 67,96 persen program studi di lingkungan Untad telah meraih akreditasi Unggul dan Baik Sekali.

Menurut Amiruddin, capaian tersebut menunjukkan komitmen pimpinan universitas, fakultas, hingga program studi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan layanan akademik. Pengembangan program studi yang diiringi penguatan akreditasi diharapkan dapat memperkuat posisi Untad sebagai salah satu perguruan tinggi rujukan di Sulteng dalam mencetak sumber daya manusia yang kompetitif dan berdaya saing. *