PALU – Universitas Tadulako (Untad) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Berdasarkan rilis terbaru Pusat Prestasi Nasional tahun 2026, Untad berhasil masuk dalam jajaran 25 kampus paling berprestasi di Indonesia.
Dari total 717 perguruan tinggi di Indonesia, Untad menempati posisi ke-24 nasional dengan raihan 179 prestasi mahasiswa. Capaian tersebut menjadikan Untad sebagai satu-satunya perguruan tinggi asal Sulawesi Tengah yang masuk dalam daftar kampus paling berprestasi versi Puspresnas 2026.
Pemeringkatan itu disusun berdasarkan capaian prestasi mahasiswa pada berbagai bidang akademik dan nonakademik sepanjang tahun berjalan. Penilaian meliputi kompetisi nasional dan internasional, seperti riset, inovasi, olahraga, seni, debat, hingga kewirausahaan mahasiswa.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untad, Dr. Ir. Sagaf, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dalam mengembangkan potensi mahasiswa.
“Saya menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa apa yang dicita-citakan bidang kemahasiswaan selama ini mulai terlihat hasilnya hari ini dan sangat membanggakan bagi kita semua,” ujarnya.
Ia mengatakan, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan pimpinan universitas, khususnya Rektor Untad, dalam mendorong pengembangan potensi mahasiswa di berbagai bidang.
Menurut Sagaf, prestasi mahasiswa Untad lahir dari pembinaan yang dilakukan secara serius pada berbagai bidang kompetisi, mulai dari seni, olahraga, keagamaan, sosial, hingga penalaran keilmuan.
Ia menjelaskan, salah satu strategi yang diterapkan Untad yakni mengidentifikasi dan membina potensi mahasiswa sejak dini melalui pengembangan minat dan bakat. Mahasiswa yang memiliki rekam jejak prestasi kemudian mendapatkan pendampingan melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan.
Selain itu, Untad juga memberikan berbagai bentuk penghargaan kepada mahasiswa berprestasi, mulai dari reward hingga pengurangan UKT sebagai bentuk motivasi.
Meski demikian, Sagaf mengakui masih terdapat sejumlah keterbatasan, terutama terkait fasilitas pembinaan dan dukungan pelatih profesional.
“Kita memang memiliki keterbatasan dalam fasilitas dan dukungan pelatih profesional, tetapi dengan semangat, dukungan pimpinan, dan kerja bersama, Alhamdulillah hasilnya bisa terlihat hari ini,” jelasnya.
Ia menilai, capaian tersebut membuktikan mahasiswa Untad mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain di Indonesia apabila didukung pembinaan yang serius dan berkelanjutan.
Ke depan, pihaknya berharap seluruh fakultas dapat lebih aktif memprogramkan pembinaan mahasiswa agar pengembangan prestasi berjalan lebih maksimal.
“Saya kira harapan saya ke depan harus lebih tinggi lagi karena sudah timbul keyakinan bahwa mahasiswa Untad itu bisa bersaing. Tinggal bagaimana keseriusan kita dalam membina mereka,” katanya.
Sagaf juga mendorong keterlibatan aktif dosen, tidak hanya dalam pembinaan akademik, tetapi juga pengembangan prestasi nonakademik mahasiswa.
Menurutnya, peningkatan fasilitas dan partisipasi seluruh pihak di lingkungan universitas menjadi faktor penting dalam mendukung capaian prestasi yang lebih besar di masa mendatang.
Masuknya Untad dalam daftar kampus paling berprestasi tingkat nasional diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai capaian prestasi lainnya, baik akademik maupun nonakademik. *

