PALU, MAL – Teras Baca Nasana menyelenggarakan Pelatihan Teknis Penyusunan Profil dan Proposal Komunitas Literasi di Aula Kantor Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah pada hari ini, diikuti oleh 50 perwakilan dari 28 komunitas literasi.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pegiat literasi dalam mengelola dan mengembangkan komunitas mereka.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari. Salah seorang peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman baru terkait penyusunan profil dan proposal yang sangat bermanfaat bagi komunitas literasi.

“Alhamdulillah hari ini dapat ilmu baru tentang teknik penyusunan profil komunitas dan teknik penyusunan proposal komunitas. Ilmunya sangat bermanfaat,” tulis peserta tersebut.

Ketua Teras Baca Nasana, Rani Astriani Mointi, menjelaskan alasan utama penyelenggaraan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas para pegiat Taman Baca Masyarakat (TBM) dan komunitas.

Kata Rani, kemampuan penyusunan profil dan proposal ini merupakan keterampilan teknis yang penting untuk dimiliki oleh pegiat TBM/pegiat komunitas.

“Seringkali kita kesulitan menggambarkan tentang komunitas kita ke eksternal juga seringkali kita punya ide gerakan yang baik namun kesulitan dalam hal kemitraan karena kurangnya kemampuan kita mengemas ide menjadi proposal usulan yang menarik bagi calon mitra,” ujar Rani.

Olehnya, kata dia, pihaknya mengambil inisiatif melaksanakan kegiatan ini agar bisa meningkatkan kapasitas teman-teman pegiat, termasuk bagi internal mereka sendiri.

Rani berharap pelatihan ini dapat menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar sesama pegiat literasi.

“Kami meyakini bahwa berkumpulnya agen-agen kebaikan bisa membuat semangat untuk terus bergerak akan semakin kokoh,” pungkasnya.

Kegiatan Pelatihan Komunitas Literasi ini diampu oleh dua narasumber berpengalaman. Mereka adalah Siti Rahma, pegawai Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah yang juga menjadi kurator profil komunitas literasi calon penerima Bantuan Pemerintah (Banpem) Komunitas Literasi, serta Moh. Aksyar, seorang akademisi dengan rekam jejak kemitraan yang luas dalam berbagai program. ***