PALU, MAL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu terus memperkuat transformasi pembelajaran berbasis digital melalui kemitraan dengan Google Indonesia dan sejumlah lembaga lainnya.
Upaya tersebut turut mengantarkan Disdikbud Kota Palu meraih penghargaan dalam enam kategori dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah.
Kepala Disdikbud Kota Palu, Hardi, mengatakan kerja sama yang dirintis sejak 2023 melalui program Google for Education telah menjangkau 38 sekolah yang mendapatkan pelatihan sebagai kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).
Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah. Pelatihan yang diberikan mencakup penggunaan berbagai platform digital, seperti Google Classroom, Google Form, teknologi kecerdasan buatan (AI), hingga Canva.
“Sejak 2023 kami sudah merintis kerja sama itu untuk bagaimana pembelajaran berbasis digital itu betul-betul bisa diakses guru dan anak-anak kita di sekolah,” ujar Hardi, Jumat (2/10).
Menurutnya, transformasi digital di lingkungan pendidikan juga didukung melalui pemanfaatan akun belajar.id. Disdikbud Kota Palu terus mendorong guru dan satuan pendidikan agar mengoptimalkan berbagai platform digital dalam kegiatan belajar mengajar.
Hardi mengatakan Disdikbud Kota Palu melalui Pemerintah Kota Palu berhasil meraih penghargaan dalam enam kategori, yakni capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA), kemitraan, Standar Pelayanan Minimal (SPM), pemanfaatan media sosial, digitalisasi pembelajaran, serta pembiayaan pendidikan.
“Alhamdulillah Dinas pendidikan kota Palu melalui Pemerintah Kota Palu berhasil meraih penghargaan dalam enam kategori, yakni capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA), kemitraan, Standar Pelayanan Minimal (SPM), pemanfaatan media sosial, digitalisasi pembelajaran, serta pembiayaan pendidikan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan capaian TKA Kota Palu berada di atas rata-rata nasional. Pada aspek literasi, rata-rata nasional berada pada angka 60, sedangkan Kota Palu mencapai sekitar 63. Sementara pada bidang numerasi, rata-rata nasional sekitar 40 dan Kota Palu mencapai kisaran 45.
Selain capaian akademik, Disdikbud Kota Palu juga mendapat apresiasi atas kemitraan dengan berbagai pihak, di antaranya Google Indonesia, Sampoerna Foundation, Universitas Islam Negeri (UIN), Universitas Tadulako (Untad), BNN Kota Palu, serta Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Kemitraan tersebut dikembangkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Salah satunya melalui kerja sama dengan Balai POM dalam pengawasan jajanan di lingkungan sekolah guna mendukung keamanan pangan bagi peserta didik.
Disdikbud Kota Palu juga mencatat capaian dalam pemenuhan SPM pendidikan serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyampaian informasi mengenai program dan perkembangan pendidikan kepada masyarakat.
Hardi menegaskan berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pemerintah daerah, guru, kepala sekolah, pengawas hingga jajaran Disdikbud Kota Palu.
“Pertama-tama saya menyampaikan terima kasih kepada tri aktor pendidikan, Pemerintah Kota Palu, kemudian guru, kepala sekolah dan pengawas. Tidak lupa juga terima kasih kepada keluarga besar Dinas Pendidikan Kota Palu,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan media massa dalam menyampaikan berbagai informasi dan perkembangan pendidikan di Kota Palu. Menurutnya, peran media penting dalam memperluas jangkauan informasi mengenai program, inovasi, serta berbagai capaian pendidikan, termasuk pengembangan pembelajaran berbasis digital.
Hardi berharap kemitraan dengan berbagai pihak dapat terus diperkuat sehingga transformasi digital mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas akses pendidikan bagi seluruh peserta didik di Kota Palu.
