DONGGALA – Dinas Perikanan Kabupaten Donggala mengembangkan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) komoditas udang vaname melalui optimalisasi lahan pekarangan.
Implementasi program ini akan diawali dengan tahap uji coba di lingkungan kantor dinas sebagai pilot project.
Langkah ini ditempuh guna mengukur kelayakan teknis, efisiensi produksi, serta memastikan model budidaya yang aplikatif sebelum direplikasi secara masif ke masyarakat sasaran.
Program ini dirancang sebagai intervensi terintegrasi untuk menekan angka stunting sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi keluarga prasejahtera, khususnya kelompok desil 1 dan 2.
Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ali Assagaf, mengatakan, udang vaname dinilai memiliki prospek pasar yang kuat, sehingga berpotensi menciptakan arus kas cepat bagi rumah tangga.
“Uji coba menjadi kunci untuk memastikan budikdamber udang vaname benar-benar adaptif dan produktif saat diterapkan di rumah tangga penerima manfaat,” ujar Ali, Rabu (20/05).
Ia menambahkan, pendekatan program tidak semata berfokus pada aspek produksi, melainkan juga pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis gender.
Menurut Ali, Dinas Perikanan turut menyasar keluarga nelayan, terutama ibu rumah tangga, sebagai pelaku utama budidaya di pekarangan rumah.
“Dengan demikian, aktivitas ekonomi tetap berjalan saat kepala keluarga melaut,” pungkasnya. ***

