Belasan Ribu Siswa di Sulteng Dapat PIP Aspirasi dari Sakinah Aljufri, Termasuk Non Muslim

oleh
Anggota Komisi X DPR RI, Sakinah Aljufri (tengah) saat melakukan pertemuan dengan media, Sabtu (31/10). (FOTO: RIFAY)

PALU – Belasan ribu siswa dari tingkat SD hingga SMA/SMK di Sulawesi Tengah, mendapatkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi dari Anggota DPR RI dapil Sulteng, Sakinah Aljufri.

Untuk tingkat SD sendiri, masing-masing siswa mendapatkan sebesar Rp450 ribu, SMP Rp750 ribu dan SMA/SMK Rp1 juta.

Tahun 2020 ini, Sakinah sendiri akan merealisasikan beasiswa kepada 14 ribu lebih siswa di Sulteng yang akan disalurakan dalam dua tahap. Untuk tahap pertama, tercatat sebanyak 11.732 siswa yang telah menerima beasiswa.

Penyaluran tahap kedua akan berlangsung awal November mendatang.

11.732 siswa itu tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Sulteng, masing-masing Kota Palu 4.397 orang, Kabupaten Sigi 1.129 orang, Banggai 240, Bangkep 106, Balut 194, Donggala 587, Morowali 659, Morowali Utara 397, Parimo 1.139, Poso 1.026, Touna 481, dan Tolitoli 1.377.

Sakinah, saat kegiatan media gathering, di salah satu warkop, di Kota Palu, Sabtu (31/10), mengatakan, PIP adalah program pemerintah yang menjadi unggulan di Komisi X DPR RI.

Kata dia, PIP itu sendiri terdapat dua bagian, yakni PIP reguler dan PIP aspirasi.

“Kalau PIP reguler, sekolah bisa mengusulkan sendiri ke dinas terkait lalu ke Kementerian Pendidikan. Sementara PIP aspirasi itu yang melekat di masing-masing anggota DPR, tanpa mengurangi jatah PIP reguler. Alhamdulillah kita punya perwakilan di komisi X sehingga kita di Sulteng bisa mendapatkan budget belasan ribu,” katanya.

Ia mengakui, ada beberapa siswa yang diusulkan, namun tidak bisa menerima beasiswa PIP aspirasi darinya. Sebab, kata dia, setelah diverifikasi, ternyata ada yang orang tuanya PNS, ada juga yang sudah mendapatkan dana BOS atau yang sudah mendapat PIP reguler.

“Kalau saya sendiri maunya semua dapat, tapi memang harus ada keadilan anggaran, jadi tidak harus semuanya diratakan, tapi mana yang lebih prioritas karena kita juga bergerak dengan aturan,” tuturnya.

Dalam penyalurannya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Wanita Islam Alkhairaat (WIA) itu juga tidak memilih-milih sekolah. Asalkan dianggap berhak, yakni kelompok tidak mampu dan berprestasi, semuanya diakomodir.

“Termasuk sekolah non muslim, jika memang dianggap berhak kami masukkan dalam daftar usulan untuk dapatkan beasiswa. Alhamdulillah, dari yang kami usulkan itu, ada beberapa sekolah non muslim dapatkan bantuan,” ungkapnya.

Beberapa sekolah non muslim yang mendapatkan bantuan beasiswa tersebut, yakni Sekolah Dasar Bala Keselamatan (BK) di Kabupaten Sigi, SMP Kristen GPID Sumber Sari Parigi, termasuk juga Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Kabupaten Banggai.

Tak hanya bantuan beasiswa, Sakinah juga memperjuangkan sejumlah bantuan untuk club-club olah raga dan kegiatan ekonomi kreatif.

“Di awal memang kita dapat jatah 10 kali bimtek untuk ekonomi kreatif. Tapi karena adanya pandemi covid-19, maka kita dipangkas delapan kali dan anggarannya dialihkan ke kesehatan, sehingga kita tinggal dapat jatah dua kali,” ujarnya.

Selain terkait beasiswa PIP, Sakinah juga menyampaikan informasi bahwa saat ini telah keluar Pengumuman Penetapan Penerima Fasilitasi PP-PTS Skema A Tahun 2020 Tahun 2020 Gelombang II Perguruan Tinggi Vokasi.

Katanya, setelah dilaksanakan seleksi substansi ke-2 Program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Gelombang II, maka telah ditetapkan 27 Badan Hukum Perguruan Tinggi Penerima Fasilitasi PP-PTS Skema A.

“Untuk Sulawesi Tengah, sesuai dengan usulan yang saya sampaikan, Alhamdulillah satu PTS dinyatakan berhak menerima bantuan yang nilainya hampir setengah miliar, yakni Akademi Farmasi Tadulako Farma yang dinaungi Yayasan Pharmacist Provinsi Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Anggota DPR RI, Siti Nurbaya, mengaku bersyukur karena saat ini sudah ada perwakilan Sutleng yang duduk di Komisi X DPR RI, sehingga bisa diharapkan untuk membantu peningkatan kualitas pendidikan.

“Yang tadinya banyak orang tua yang “menangis” tidak bisa menyekolahkan anaknya, sekarang sudah terbantu. Jadi Alhamdulillah karena sudah ada kader PKS yang duduk di komisi X,” katanya. (RIFAY)

Iklan-Paramitha