Selain Dongi-Dongi, Polda Juga Bidik Tambang Ilegal Poboya

oleh
Ratusan pekerja tambang Poboya menurunkan muatanya ke penampungan, beberapa waktu silam. (FOTO: ANTARA)

PALU – Pihak Polda Sulteng membantah hanya memperhatikan atau menindak salah satu aktivitas tambang ilegal yang ada di wilayah hukumnya. Selain Dongi-Dongi, penanganan kasus pertambangan ilegal juga akan dilakukan pada aktivitas yang berlangsung di Kelurahan Poboya.

satu di antara dua lokasi pertambangan yang banyak dihuni penambangan illegal.

“Sama-sama diperhatikan oleh kepolisian. Sementara kami masih bekerja, perkembangan nanti saya sampaikan,” jelas Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, Senin (20/01).

Sementara itu, Bidang Propam Polda Sulteng juga memastikan bakal menyelidiki kebenaran informasi terkait keterlibatan oknum anggota kepolisian dalam kasus Tambang Dongi-Dongi.

Pernyataan tersebut disampaikan Kasubbid Penmas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari, Senin (20/1) di ruang kerjanya.

“Tentunya propam akan mengambil langkah untuk memastikan kebenaran informasi tersebut di lapangan sebagaimana komitmen bapak Kapolda kalau ada oknum yang terlibat tentunya akan diproses,” tegas Sugeng seperti yang dilansir dari kabarselebes.id.

Sugeng juga memastikan, jika benar informasi tersebut, maka oknum yang bersangkutan bakal diproses secara disiplin maupun kode etik.

“Ancamannya berupa penundaan kenaikan pangkat ditempatkan di tempat khusus dan demosi,” tegasnya.

Terpisah, Koordinator Pelaksana Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulteng, Moh Taufik mengatakan, selain penindakan, hal utama yang dilakukan aparat dalam kasus pertambangan ilegal adalah pencegahan.

Meski begitu, ia tak menampik bahwa inti dari semua itu yakni pengungkapan sang pemilik modal, nanti setelahnya penertiban dengan menggunakan cara-cara persuasif.

Taufik meminta agar aparat hukum bukan hanya bertaji ketika berhadapan dengan aktivitas-aktivitas tambang illegal, melain juga berani melakukan penindakan kepada aktivitas tambang yang legal yang dijalankan oleh korporasi.

“Terlebih ketika ada pencemaran-pencemaran lingkungan yang disebabkan dari aktivitas pertambangan legal tersebut,” tegasnya.

Ia juga menanggapi kabar terkait keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas tambang di Dongi-Dongi.

“Kami menduga, kalau aktivitas tersebut kembali jalan, pasti ada keterlibatan oknum aparat,” katanya. (FALDI)

Iklan-Paramitha