JAKARTA, MAL – Angka kematian jemaah asal tanah air di Arab Saudi menunjukkan tren penurunan signifikan pada musim haji 1447 H. Tercatat bahwa Jumlah Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia hingga akhir Mei 2026 mencapai 134 jiwa.
Kondisi ini merupakan pencapaian positif dalam penyelenggaraan ibadah haji karena angka tersebut turun hampir 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada 2025, jumlah kematian tercatat menyentuh angka 267 jiwa di waktu yang sama.
Penyebab utama wafatnya para jemaah masih didominasi oleh penyakit kardiovaskular, gangguan pernapasan, serta faktor kelelahan akibat cuaca panas. Pemerintah terus mengupayakan mitigasi kesehatan yang ketat guna menekan Jumlah Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia lebih lanjut.
“Sampai tanggal yang sama, tahun lalu jumlah jemaah yang meninggal sudah mencapai 267 orang, sedangkan tahun ini berada di angka sekitar 130-an,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI.
Kementerian Haji dan Umrah RI juga memastikan seluruh hak jemaah yang wafat telah terpenuhi dengan baik. Salah satu layanan yang diberikan adalah pelaksanaan badal haji secara gratis bagi jemaah yang meninggal sebelum sempat menyelesaikan rukun haji.
Selain itu, tim medis tetap aktif memantau ribuan jemaah haji lainnya yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Pengawasan intensif ini diharapkan mampu menjaga stabilitas kondisi kesehatan jemaah dan meminimalisir Jumlah Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia hingga akhir operasional haji.

