PALU – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza DP, menegaskan bahwa program Berani Cerdas tidak hanya berfokus pada pemberian beasiswa, tetapi juga mencakup berbagai program strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Tengah.

Firmanza mengungkapkan, pada tahun 2025 Pemerintah Provinsi Sulteng telah menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) sebesar Rp40 miliar kepada seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, yang tersebar di kabupaten dan kota, termasuk Kota Palu.

Selain itu, bantuan seragam sekolah dengan total anggaran Rp6 miliar juga diberikan kepada 63 sekolah yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Upaya ini dilakukan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pemerataan akses pendidikan.

Dalam mendukung digitalisasi pendidikan, Pemprov Sulteng juga telah menyalurkan 12 unit perangkat Starlink atau jaringan internet satelit ke sejumlah sekolah terpencil.

“Perangkat ini diberikan agar sekolah-sekolah di daerah terpencil dapat mengakses informasi dan mendukung proses pembelajaran berbasis digital,” ujar Firmanza, Rabu (15/4).

Di sektor pendidikan tinggi, program beasiswa juga terus diperluas. Tercatat sebanyak 23.568 mahasiswa yang tersebar di sekitar 400 perguruan tinggi di seluruh kabupaten/kota telah menerima manfaat dari program ini.

Tak hanya itu, bantuan untuk kegiatan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) atau praktik kerja industri (prakerin) bagi siswa sekolah kejuruan juga telah disalurkan sebesar Rp27 miliar pada tahun 2025. Namun, pada tahun 2026 ini, bantuan tersebut akan dibatasi dan difokuskan hanya pada jurusan tertentu.

Firmanza juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 Pemprov Sulteng membuka peluang beasiswa lanjutan bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke jenjang S2, S3, hingga dokter spesialis.

“Untuk beasiswa S2 dibatasi 100 orang, S3 sebanyak 20 orang, dan dokter spesialis hanya 10 orang. Khusus penerima beasiswa dokter spesialis akan terikat kontrak pengabdian selama lima tahun di Pemprov, mengingat masih kurangnya tenaga dokter spesialis di daerah,” jelasnya.

Firmanza mengatakan, Program Berani Cerdas diharapkan menjadi langkah konkret Pemerintah Provinsi Sulteng dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, merata, dan berdaya saing tinggi di masa depan.