JAKARTA – Para pemegang saham PT Vale Indonesia Tbk (Kode Saham: INCO), menyetujui total dividen tunai sebesar AS$45.638.211, mewakili rasio pembayaran sebesar 60% dari laba bersih tahun buku 2025.
Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja, dividen tersebut akan didistribusikan kepada pemegang saham yang terdaftar pada tanggal pencatatan 12 Juni 2026, dengan tanggal pembayaran 26 Juni 2026.
Sisa keuntungan bersih akan kemudian dicatat sebagai Laba yang Tertahan untuk mendukung perkembangan perseroan.
Nilai dividen ini disepakati saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) oleh perusahaan tambang nikel terintegrasi dan berkelanjutan tersebut, secara fisik di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Lantai 2, Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta 12190, Selasa (02/06).
RUPST yang dikemas secara hybrid tersebut juga berlangsung secara virtual melalui platform eASY.KSEI milik PT Kustodian Sentral Efek Indonesia — sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 15/POJK.04/2020 dan Peraturan OJK Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan RUPS secara Elektronik.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale, Bernardus Irmanto, menyampaikan, dividen yang telah ditetapkan hari ini dan kemajuan proyek-proyek HPAL, mencerminkan keyakinan terhadap posisi jangka panjang Indonesia sebagai sumber nikel rendah karbon dan bertanggung jawab bagi transisi energi global.
“Kami akan terus berfokus pada praktik pertambangan terbaik, hilirisasi yang bertanggung jawab, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Bernardus.
Dari RUPST yang telah berjalan, para pemegang saham menyetujui seluruh enam mata acara yang diajukan.
Hal ini menegaskan kembali disiplin keuangan perseroan, komitmen terhadap pertumbuhan jangka panjang, dan postur tata kelola yang kuat di tengah dinamika harga nikel global yang menantang.
Dari jalannya RUPST, terungkap bahwa sepanjang tahun 2025, PT Vale menunjukkan ketahanan operasional yang solid dengan berhasil membukukan peningkatan laba bersih sebesar 32% menjadi AS$76 juta, didukung oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 4% menjadi AS$990 juta, EBITDA sebesar AS$228 juta, dan unit cash cost of sales nikel matte yang relatif terjaga.
Selain terkait dividen, RUPST juga sekaligus menerima pengunduran diri Emily Olson sebagai Wakil Presiden Komisaris dan Christopher McCleave sebagai Komisaris, serta menyampaikan apresiasi atas kontribusi keduanya selama masa jabatan masing-masing.
Sebagai penggantinya, para pemegang saham menyetujui pengangkatan Kristina Gauthier sebagai Wakil Presiden Komisaris, Patricia Renee Pegues sebagai Komisaris, dan Adam MacMillan sebagai Komisaris.
“Perubahan komposisi pengurus ini mencerminkan komitmen PT Vale untuk memperkuat fondasi kepemimpinan yang adaptif, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan industri mineral kritis yang semakin dinamis, sekaligus memastikan kesinambungan transformasi dan pengembangan proyek-proyek strategis perseroan,” tutup Bernardus, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale. ***

