SIGI, MAL – Relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) segera menyalurkan bantuan gempa di Kabupaten Sigi setelah gempa mengguncang Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (16/06).
Mereka langsung bergerak cepat memberikan respons awal untuk penyintas.Atas arahan langsung Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sulawesi Tengah, Ahmad Aco, beberapa relawan segera diminta untuk bergerak.
Langkah pertama yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan struktur PKS untuk mengumpulkan data kondisi real di lapangan.
Pihaknya langsung menghubungi Ketua DPD PKS Sigi dan personel kepanduan di Parigi untuk memantau titik gempa. Informasi awal mengarah ke wilayah Barat Tolai atau Torue di Parigi Moutong.
“Kita langsung kontak Ketua DPD, Pak Asri juga ada salah satu personel kepanduan yang kebetulan di Parigi untuk memantau titik gempa yang infonya ada di Barat Tolai atau Torue,” kata Ahmad Aco.
Dari hasil koordinasi, diketahui bahwa daerah yang paling parah terdampak gempa berada di Kabupaten Sigi, sementara laporan dari Parigi menunjukkan kondisi relatif aman, meskipun warga tetap mengalami kepanikan.
Setelah menerima informasi dari Ketua DPD Sigi, seluruh relawan yang telah bersiaga atas perintah Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sulawesi Tengah langsung bergerak menuju lokasi terdampak di Kabupaten Sigi. Tim kepanduan dari Palu dipimpin oleh Ahmad Aco, sementara kepanduan dari DPD PKS Kabupaten Sigi dipimpin oleh Ketua DPD PKS Sigi, Asri.
Para relawan PKS melakukan asesmen dan mengumpulkan laporan untuk menentukan langkah selanjutnya. Informasi sementara menunjukkan adanya beberapa rumah yang roboh akibat gempa.
“Kita assessment dan kumpulkan laporan untuk menentukan Langkah selanjutnya. Untuk sementara, info yang kita dapatkan, ada beberapa rumah yang roboh, maka bantuan tahap awal yang kami bawa dan langsung diserahkan ke penyintas, terpal untuk tempat berteduh sementara,” kata Ahmad Aco.
PKS saat ini masih terus melakukan pemantauan dan mengumpulkan berbagai informasi lebih lanjut dari lapangan. Laporan-laporan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah respons bencana gempa Sigi-Parigi berikutnya.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang mengguncang Palu, Sigi, Parimo, bahkan Poso, merupakan gempabumi tektonik.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi yang goncangannya dirasakan cukup keras, memiliki parameter update dengan magnitudo 6,7.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,03 LS; 120,24 BT, tepatnya di darat pada jarak 42 km Tenggara Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 10 km.
“Hingga pukul 12:17 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya sejumlah kejadian gempabumi susulan (aftershock) dengan Magnitudo yang bervariasi di sekitaran titik gempa awal,” ungkap Ahmad Aco.
Data yang diperoleh menunjukkan dampak di Kota Palu berupa keretakan pada Jembatan III Palu dan beberapa bangunan roboh.
Di Kabupaten Sigi, selain bangunan roboh, juga terjadi longsor di gunung Kamarora dan saluran air terputus.
Sementara itu, di Kabupaten Poso, beberapa bangunan mengalami kerusakan dan akses jalan di Napu juga rusak. ***

