Ratusan Peserta CPNS di Parimo Lolos SKD

oleh -
Kepala BKPSDM Parimo, Ahmad Saiful

PARIMO – Ratusan peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng)  lolos pada tahapan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Badan Kepegawaian, Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Parimo telah menandatangani hasil SKD untuk CPNS dan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) non guru.

Kepala BKPSDM Parimo, Ahmad Saiful mengatakan, seperti tahun sebelumnya ada tiga peserta CPNS yang menjadi nominasi dalam setiap jabatan atau formasi yang mereka lamar. Memiliki nilai tertinggi pada tes SKD beberapa waktu lalu.

“Tes SKB ini, ujiannya sudah menjurus ke jabatan yang mereka lamar. Sehingga, ketiga peserta CPNS itu akan bersaing pada tes itu,” ungkapnya saat ditemui, Senin (01/11).

Ia menjelaskan, dari hasil tes SKD yang telah diikuti sebelumnya akan menentukan pada hasil akhir seleksi.

Menurut dia, tes SKD 40 persen dan tes SKB 60 persen. Sehingga, jika salah satu peserta mendapat peringkat pertama pada kedua tes seleksi, dipastikan yang bersangkutan akan dinyatakan lulus.

“Karena untuk CPNS itu, tidak seperti PPPK yang ada nilai afirmasinya. Misalnya, guru bersertifikat dapat tambahan 500 poin. Tetapi CPNS, murni nilai dari hasil tes SKD dan SKB,” jelasnya.

Untuk Jadwal pelaksanaan SKB kata dia, pihaknya masih menunggu informasi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Namun, tempat pelaksanaan tes SKB masih menggunakan gedung Auditorium Kantor Bupati Parimo, atau tempat pelaksanaan tes SKD kemarin.

Ia menambahkan, terkait PPPK tenaga guru, pihaknya tidak mengetahui pasti proses yang telah dilalui. Sebab, teknis pelaksanaannya ditangani oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), dan pihaknya tidak diberikan akses atau terlibat secara langsung.

“Pemerintah Kabupaten Parimo telah melaksanakan tes SKD CPNS di awal bulan Oktober 2021. Sebanyak 900 orang mengikuti tes SKD tersebut, baik CPNS maupun PPPK non guru,” tutupnya.

Reporter : Mawan
Editor : Yamin