PALU, MAL – Ribuan warga Kota Palu dan Kabupaten Sigi diperkirakan menghadiri Doa Bersama Lintas Agama Palu bertajuk “Satu Doa, Satu Hati, Satu Aksi” yang digelar di Lapangan GKST Palu pada sore hingga malam hari, 19 Juni. Kegiatan ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian masyarakat lintas agama pascagempa bumi Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 16 Juni.
Inisiatif Doa Bersama Lintas Agama Palu ini digagas oleh Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah. Awalnya, kegiatan ini direncanakan sebagai Konser Rohani BAMAG, namun setelah mempertimbangkan kondisi pascagempa yang masih dirasakan masyarakat, konsep acara diubah.
Ketua Panitia, Hendrik Gerry Lyanto atau yang akrab disapa Ko Aceo, menjelaskan bahwa bencana yang melanda Sulawesi Tengah menjadi momentum bagi seluruh umat beragama untuk bersatu dalam doa demi keselamatan daerah dan pemulihan masyarakat yang terdampak.
“Gempa yang terjadi beberapa hari lalu memberikan duka bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Sigi. Karena itu, sebagai umat beragama, kita merasa perlu menggelar doa bersama lintas agama. Ini adalah bentuk kepedulian dan kebersamaan kita semua,” kata Hendrik Gerry Lyanto, Ketua Panitia.
Menurut Gerry, perubahan konsep acara menjadi Doa Bersama Lintas Agama Peduli Gempa juga sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang menginginkan agar kegiatan lebih menitikberatkan pada aspek spiritual dan kemanusiaan di tengah musibah.
“Tadinya acara ini direncanakan sebagai Konser Rohani BAMAG. Namun Gubernur Sulawesi Tengah, Bapak Anwar Hafid, meminta agar kegiatan tersebut diubah. Dengan kondisi masyarakat yang sedang menghadapi musibah, doa bersama lintas agama merupakan pilihan yang paling tepat,” kata Gerry Lyanto.
Gerry juga memastikan bahwa Gubernur Anwar Hafid bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah akan turut hadir dalam acara Doa Bersama Lintas Agama Palu tersebut.
Selain menjadi momentum doa dan refleksi bersama, kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah artis dan tokoh nasional. Di antara mereka adalah komedian Mongol Stres, penyanyi legendaris Ruth Sahanaya, Fero Walandouw, Sari Simorangkir, Yeshua Abraham, Franky Kuncoro, serta Karen Serduna, yang akan memeriahkan suasana Doa Bersama Lintas Agama Palu ini.
Panitia berharap, kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan ini dapat memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong lintas agama dalam menghadapi masa-masa sulit pascabencana. Melalui tema “Satu Doa, Satu Hati, Satu Aksi”, masyarakat Sulawesi Tengah diajak untuk menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk bersatu, saling menguatkan, dan bersama-sama mendoakan keselamatan serta kebangkitan daerah yang dicintai.

