LUWU TIMUR, MALPT Vale Indonesia melibatkan perangkat desa se-Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Mereka didorong untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan Workshop Water, LB3, Waste and Energy.

Kegiatan yang mengusung tema #NowForClimate ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat setempat. Tujuannya agar warga memahami pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

PT Vale Indonesia juga mendorong perubahan perilaku yang dimulai dari lingkup terkecil, yakni diri sendiri dan komunitas sekitar.

Dalam workshop tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi penting terkait pengelolaan sampah dan efisiensi sumber daya.

Materi yang disampaikan meliputi budidaya Black Soldier Fly (BSF) sebagai metode mengolah sampah organik menjadi sumber daya bernilai. Selain itu, warga juga diajarkan pemanfaatan ban bekas menjadi produk kreatif.

Materi lainnya mencakup penggunaan lampu LED yang lebih hemat energi, serta upaya efisiensi penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari.

Head of HSSER Operations PT Vale Indonesia, Febrin Sitorus, menyebut kepedulian lingkungan harus dimulai dari tindakan sederhana setiap individu.

“Setiap kita dengan perilaku-perilaku yang kita lakukan, bagaimana kita bisa memulai dari diri masing-masing. Dengan hal seperti ini, dengan hal-hal kecil yang kita lakukan, maka itu akan membantu usaha yang lebih besar bagaimana menyelamatkan bumi,” kata Febrin Sitorus.

Menurutnya, perubahan besar dalam upaya pelestarian lingkungan tidak dapat terwujud tanpa keterlibatan langsung dari masyarakat. Oleh karena itu, edukasi dan kolaborasi menjadi faktor krusial untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam.

Workshop yang digelar oleh PT Vale Indonesia ini mendapat sambutan positif dari para peserta.

Salah seorang peserta pelatihan, Yeni Cetelbella, mengaku kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pengelolaan sampah yang berdampak positif bagi lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

“Kalau kesannya sih sungguh luar biasa ya, untuk menambah wawasan lagi untuk kita masyarakat, bagaimana untuk bisa menjaga lingkungan dan memanfaatkan setiap sampah-sampah yang bernilai ekonomis untuk kita menjaga lingkungan kita yang ada saat ini,” kata Yeni Cetelbella, Peserta Pelatihan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah yang tepat dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai menjadi langkah strategis mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Wasuponda.