MOROWALI, MAL – Kepolisian Resor (Polres) Morowali bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Morowali memperkuat sinergi untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, khususnya di tengah tingginya aktivitas industri di wilayah tersebut.
Penguatan sinergi itu dilakukan melalui program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kerja sama tersebut ditandai dengan kunjungan jajaran BNN Kabupaten Morowali ke Mapolres Morowali, Kamis (4/9).
Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini, S.I.K., mengatakan perang terhadap narkoba membutuhkan keterlibatan dan kekuatan bersama antara aparat penegak hukum, BNN, dunia usaha, serta masyarakat.
Menurutnya, aktivitas industri yang tinggi di Kabupaten Morowali membuat kawasan industri dan pemukiman pekerja menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mencegah masuk dan berkembangnya peredaran narkotika.
“Kami tidak memberi ruang sedikit pun bagi peredaran gelap narkoba di Morowali. Melalui P4GN ini, kita satukan persepsi, satukan langkah, dan satukan kekuatan,” ujar Reza.
Ia menegaskan, Polres Morowali siap memberikan dukungan penuh kepada BNN, terutama dalam aspek penindakan hukum terhadap jaringan peredaran narkotika.
Sementara itu, BNN akan memperkuat langkah pencegahan dan rehabilitasi bagi masyarakat yang terdampak penyalahgunaan narkotika.
Program P4GN akan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi.
Pada aspek pencegahan, sosialisasi dan edukasi akan diperluas ke sekolah, lingkungan masyarakat, hingga perusahaan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda dan pekerja, mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Sedangkan dalam pemberantasan, kepolisian bersama BNN akan meningkatkan razia, patroli siber, serta pengembangan kasus untuk membongkar jaringan pengedar narkoba hingga ke akar-akarnya.
Adapun bagi korban penyalahgunaan narkotika, aspek rehabilitasi menjadi bagian penting agar mereka mendapatkan layanan pemulihan yang layak dan tidak kembali menjadi pengguna.
Reza mengatakan, sinergi antara Polres dan BNN juga akan diperkuat melalui pertukaran data intelijen serta operasi gabungan.
“Kerja sama ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat. Kami akan terus bergerak bersama, berbagi data intelijen, dan melakukan operasi gabungan,” katanya.
Selain itu, masyarakat diminta berperan aktif melaporkan apabila menemukan indikasi peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.
Polres Morowali juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan rehabilitasi secara sukarela.
“Kami imbau kepada seluruh lapisan masyarakat, jika melihat atau mengetahui adanya indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar, segera laporkan ke kami. Identitas pelapor kami jamin kerahasiaannya,” pungkas Reza.
Melalui penguatan sinergi P4GN tersebut, Polres dan BNN Morowali menargetkan angka penyalahgunaan narkotika dapat ditekan, sekaligus menciptakan kawasan industri dan lingkungan masyarakat yang aman, sehat, serta produktif.***
