TAPANULI SELATAN, MAL – Universitas Indonesia (UI) melalui program Marsiadapari Tandihat 2026 memberikan pendampingan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana di Hunian Sementara (Huntara) Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Program yang berlangsung 23–27 September 2026 itu merupakan bagian dari UI Peduli di bawah Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI, dengan dukungan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) dan kolaborasi Universitas Aufa Royhan (UNAR).

Tim Marsiadapari Tandihat 2026 dipimpin Assoc.Prof.Dr. Hendra Kaprisma, dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI, dengan melibatkan 14 mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan UI, dua alumni UI dan 10 mahasiswa UNAR. Tim juga diperkuat sejumlah dosen FIK UI.

Pendampingan difokuskan pada anak-anak di SD Darurat Desa Tandihat melalui kegiatan storytelling, permainan, aktivitas ekspresif dan kegiatan edukatif. Kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu anak kembali belajar, bermain, berkomunikasi dan membangun rasa percaya diri setelah mengalami bencana.

Selain pendampingan anak, tim juga menyiapkan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan dasar dan bakti sosial bagi warga di kawasan Huntara.

Koordinator Tim Mahasiswa UI, Aqila Bunga Nurhanin, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menjangkau anak-anak sekaligus masyarakat terdampak.

“Kegiatan Marsiadapari Tandihat terdiri atas beberapa rangkaian. Untuk anak-anak di SD Darurat Desa Tandihat, tim akan melakukan pendampingan melalui media kreatif, storytelling, dan permainan sebagai bagian dari proses pemulihan psikososial. Sementara itu, bagi warga, kami akan melaksanakan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, serta bakti sosial sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat di Huntara,” kata Aqila.

Direktur Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI, Dr. L.G. Saraswati Putri, mengatakan pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pembangunan kembali lingkungan fisik, tetapi juga kondisi sosial dan psikologis masyarakat.

“Marsiadapari Tandihat merupakan wujud nyata komitmen Universitas Indonesia untuk hadir dan berjalan bersama masyarakat dalam situasi sulit. Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali lingkungan fisik, tetapi juga dengan memulihkan rasa aman, kepercayaan diri, semangat belajar, dan hubungan sosial masyarakat, terutama anak-anak,” jelas Saraswati.

Program tersebut mempertemukan FIB UI dan Fakultas Ilmu Keperawatan UI dengan UNAR. Kolaborasi lintas disiplin itu diarahkan untuk menggabungkan pendekatan pendidikan, budaya, kesehatan dan pendampingan psikososial dalam proses pemulihan masyarakat.

Kepala Desa Tandihat, Saban Yuharja Siregar, menyambut program tersebut. “Kami saling mendukung dan menyambut baik program yang dibawa oleh Universitas Indonesia untuk masyarakat Tandihat,” ujarnya.

Ketua Tim Pengmas UI, Hendra Kaprisma, mengatakan program tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ketangguhan masyarakat pascabencana.

“Dari kampus menuju masyarakat. Dari kepedulian menjadi tindakan. Dari pemulihan menuju ketangguhan. Marsiadapari Tandihat 2026, bersama memulihkan, bersama menguatkan, bersama membangun harapan,” katanya.**