PALU, MAL – Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tengah berhasil menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi nelayan di Desa Banagan, Kabupaten Toli-Toli. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya besar OJK Sulteng latih nelayan Toli-Toli guna memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir, sekaligus mendukung pengembangan program strategis Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah tersebut.

Desa Banagan ditetapkan sebagai salah satu calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap I secara nasional. Program KNMP ini direncanakan akan mencakup 65 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan seluruh lokasi berada dalam wilayah kerja OJK di 27 kantor daerah, termasuk Banagan yang menjadi fokus OJK Sulteng latih nelayan Toli-Toli.

Meskipun KNMP di Desa Banagan masih dalam tahap inkubasi dan belum beroperasi penuh, OJK Provinsi Sulawesi Tengah telah aktif mengambil langkah persiapan. Pelaksanaan ToT ini adalah wujud nyata dari komitmen OJK untuk mendukung kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan ekosistem keuangan yang akan dibangun melalui program KNMP.

Sebagai dukungan terhadap agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita ke-2 dan ke-6, OJK mengimplementasikan Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI). Program ini bertujuan memperluas akses serta pemanfaatan layanan keuangan formal, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir yang menjadi target OJK Sulteng latih nelayan Toli-Toli.

Melalui kegiatan ToT ini, para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan esensial terkait literasi dan inklusi keuangan. Harapannya, mereka akan siap memanfaatkan berbagai produk dan layanan jasa keuangan ketika ekosistem KNMP mulai beroperasi secara penuh di Desa Banagan.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tengah telah melakukan survei mendalam terhadap nelayan dan masyarakat Desa Banagan. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar nelayan masih memiliki keterbatasan dalam memanfaatkan produk dan layanan Industri Jasa Keuangan, termasuk layanan keuangan berbasis digital, di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Oleh karena itu, kegiatan OJK Sulteng latih nelayan Toli-Toli ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap produk serta layanan keuangan formal. Peningkatan ini krusial untuk mendorong peningkatan akses dan inklusi keuangan yang lebih luas di Desa Banagan.

“Melalui Program Ekosistem Keuangan Inklusif yang bersinergi dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Banagan, nelayan didorong untuk memahami pengelolaan keuangan yang baik, memanfaatkan layanan keuangan formal seperti tabungan, asuransi, serta mengakses pembiayaan produktif guna mendukung keberlanjutan usaha,” kata Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra.

Bonny Hardi Putra menambahkan, “Dengan demikian, nelayan diharapkan tidak hanya tangguh saat melaut, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan.”

Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tengah berharap, melalui kegiatan ToT ini, para peserta dapat berperan aktif sebagai agen literasi keuangan. Mereka diharapkan mampu menyebarluaskan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal, serta pentingnya perlindungan konsumen kepada masyarakat lainnya di Desa Banagan secara berkelanjutan.

Ke depan, Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta pelaku Industri Jasa Keuangan. Upaya ini ditujukan untuk mendukung pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Banagan melalui Program Ekosistem Keuangan Inklusif, memastikan kesiapan masyarakat dan ketahanan usaha nelayan.

Sinergi berkelanjutan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan formal, memperkuat ketahanan usaha nelayan, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir, serta mendukung keberhasilan implementasi Program Kampung Nelayan Merah Putih secara berkesinambungan.**