PALU, MAL – Yayasan Pendidikan Al-Fahmi Palu menggelar kegiatan Parenting Keluarga yang diikuti orang tua santri, tenaga pendidik dan kependidikan, serta pengurus yayasan di Aula Pogombo, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah sebagai narasumber dengan materi “Mendidik Anak dengan Keteladanan”. Ia mengangkat tema membangun sinergi sekolah dan keluarga untuk mewujudkan generasi Qur’ani yang siap memimpin peradaban.

Bunda Wiwik, sapaan akrab Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng ini juga dikenal sebagai guru, dai, serta penggiat parenting dan ketahanan keluarga.

Dalam materinya, Bunda Wiwik, itu menekankan pentingnya keterhubungan antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter anak.

Ia mengatakan, pendidikan anak tidak hanya berlangsung melalui nasihat, tetapi juga melalui perilaku yang dilihat anak setiap hari.

Orang tua ditempatkan sebagai teladan pertama dan utama bagi anak. Sikap, ucapan, kebiasaan, serta cara orang tua menghadapi berbagai persoalan dinilai menjadi bagian penting dari proses pendidikan di lingkungan keluarga.

“Anak adalah peniru ulung. Sebelum anak mampu memahami banyak nasihat, terlebih dahulu mereka mengamati dan meniru orang-orang terdekat,” demikian pokok materi yang disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah itu.

Kata dia, keteladanan orang tua dalam materi itu mencakup sejumlah aspek, seperti ibadah, akhlak, pengelolaan emosi, tanggung jawab, dan hubungan dengan sesama. Orang tua juga didorong menjaga konsistensi antara apa yang diucapkan dan dilakukan.

Materi tersebut turut menekankan disiplin tanpa kekerasan. Penerapan disiplin kepada anak diarahkan melalui aturan yang jelas, penjelasan, konsekuensi, konsistensi, dan evaluasi, bukan melalui tindakan kekerasan.

Para orang tua juga diajak menerapkan praktik sederhana melalui program “7 Hari Menjadi Teladan”. Program ini mengajak orang tua mempraktikkan keteladanan secara bertahap, mulai dari jujur, sabar, disiplin, bersyukur, peduli, santun, hingga berani meminta maaf.

Selain itu, orang tua diajak melakukan refleksi harian melalui pertanyaan, “Hari ini anak melihat saya…”. Refleksi tersebut mencakup kebiasaan seperti salat tepat waktu, berkata lembut, bersabar, membantu orang lain, mengakui kesalahan, meminta maaf, dan bersyukur.

Bunda Wiwik juga mengingatkan pentingnya menyediakan waktu bersama anak. Aktivitas bersama dinilai dapat menjadi ruang bagi orang tua untuk membangun karakter sekaligus memahami pemikiran dan kebutuhan anak.

Pesan utama kegiatan tersebut adalah pendidikan anak tidak hanya dibentuk oleh apa yang dikatakan orang tua, tetapi juga oleh apa yang dilihat anak setiap hari.

Kegiatan Parenting Keluarga Yayasan Pendidikan Al-Fahmi Palu menjadi ruang bagi orang tua dan lingkungan sekolah untuk memperkuat peran keluarga dalam pembentukan akhlak dan karakter anak serta menghubungkan pendidikan di rumah dan di sekolah. ***