PALU, MAL — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah, H. Muh. Amin Parakkasi, mengajak umat Islam merawat Islam yang rahmah serta mengaktualisasikan nilai-nilai kenabian dalam kehidupan berbangsa.

Pesan itu disampaikan Amin dalam Pidato Kebangsaan pada kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Silaturahim Kebangsaan IKA PMII Sulawesi Tengah, Sabtu (19/9) malam, di Kelurahan Tatura Selatan, Kota Palu.

Menurut Amin, Islam harus menghadirkan kedamaian, keadilan, persaudaraan, ilmu pengetahuan, dan kemajuan, bukan menjadi sumber perpecahan.

“Islam datang bukan untuk menindas, bukan untuk memecah belah. Islam hadir sebagai rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi semesta alam,” katanya.

Ia mengatakan, nilai-nilai kenabian perlu diwujudkan melalui sikap menghormati martabat manusia, membela kaum lemah, menegakkan keadilan, mencintai ilmu, dan menjaga persaudaraan.

Amin juga mendorong Muhammadiyah, NU, serta organisasi Islam lainnya memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa, seperti kemiskinan, kebodohan, korupsi, ketimpangan sosial, hingga tantangan yang dihadapi generasi muda.

“Perbedaan harus dikelola dengan ilmu, adab, dan kasih sayang. Kita perlu memperbanyak ruang dialog, kerja sama, dan kolaborasi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang berjiwa kenabian, dengan mengutamakan kepentingan rakyat, menghormati hukum dan konstitusi, serta menjadikan jabatan sebagai amanah pengabdian.

“Kita boleh berbeda pilihan politik, berbeda organisasi, dan berbeda pendapat dalam persoalan keagamaan. Namun, kita harus tetap menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Amin menyampaikan Sulawesi Tengah akan menjadi tuan rumah Tanwir Muhammadiyah 2026 pada November mendatang dengan tema “Bersama Satukan Bangsa”.

“Tanwir Muhammadiyah menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan, merawat kebinekaan, dan membangun bangsa melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.