Jakarta, MAL – Regenerasi kepemimpinan Gerakan Pramuka di tingkat lokal resmi bergulir melalui Musyawarah Ranting (Musran) Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Pancoran Tahun 2026, yang menetapkan Catur Subekti sebagai Ketua Pengurus Masa Bakti 2026–2029. Momentum ini menandai komitmen baru untuk memperkuat peran Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter dan pengabdian generasi muda di tengah dinamika zaman.
Musyawarah Ranting kali ini mengusung semangat “Mewujudkan Kwartir Ranting Pancoran yang Solid, Adaptif, dan Berkarakter dalam Mengabdi bagi Generasi Muda,” menghadirkan optimisme bahwa Gerakan Pramuka akan terus relevan sebagai institusi pendidikan nonformal yang mampu menjawab tantangan abad ke-21.
Sebagai forum permusyawaratan tertinggi di tingkat kwartir ranting, Musyawarah Ranting bukan sekadar memilih kepengurusan baru. Lebih dari itu, forum ini merupakan menghimpun kembali energi kolektif untuk mengevaluasi perjalanan pengabdian, menata program strategis, sekaligus memperkuat konsolidasi dalam menghadapi tantangan pembinaan generasi muda yang semakin kompleks.
“Amanah yang diemban hari ini bukan sekadar melanjutkan roda organisasi. Lebih dari itu, ini merupakan tanggung jawab besar untuk menyiapkan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, cinta tanah air, serta mampu menjadi pemimpin masa depan,” kata Nur Ihsan Zaidi, Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus).
Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa tantangan Gerakan Pramuka saat ini menuntut model pembinaan yang lebih inovatif tanpa kehilangan akar nilai kepramukaan. Dalam konteks itulah, tema yang diusung oleh Kwartir Ranting Pancoran dipandang memiliki makna strategis untuk menjawab dinamika global dan percepatan transformasi digital.
Solid dimaknai sebagai fondasi utama organisasi, di mana Kwartir Ranting Pancoran yang kuat lahir dari budaya saling percaya, musyawarah, gotong royong, kepemimpinan kolektif, dan kesediaan setiap anggota untuk berjalan dalam satu visi yang sama.
Sementara itu, adaptif dipahami sebagai kemampuan organisasi membaca perubahan zaman, seperti yang dituntut Kwartir Ranting Pancoran dalam menghadirkan metode pendidikan kreatif, kolaboratif, dan inovatif di tengah derasnya arus digitalisasi.
Adapun berkarakter merupakan ruh utama Gerakan Pramuka, di mana pendidikan kepramukaan diarahkan untuk membentuk manusia Indonesia yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, mandiri, peduli, serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Mari kita perkuat sinergi antara kwartir, gugus depan, sekolah, orang tua, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat. Pendidikan karakter adalah tanggung jawab bersama, dan Gerakan Pramuka merupakan salah satu pilar penting dalam membangun masa depan bangsa,” kata Nur Ihsan Zaidi, selaku Majelis Pembimbing Gugus Depan dan Kepala Madrasah Aliyah Al-Islamiyah PUI.
Bagi Kwartir Ranting Pancoran, keberhasilan organisasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang terselenggara ataupun penghargaan yang diraih, melainkan ketika nilai-nilai kepramukaan mampu hidup dalam perilaku sehari-hari para anggotanya dan memberi dampak nyata bagi lingkungan sosial.
Pandangan tersebut selaras dengan berbagai kajian pendidikan yang menempatkan pembentukan karakter sebagai salah satu fondasi utama pembangunan sumber daya manusia, yang sangat diperlukan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Oleh karena itu, kepengurusan baru didorong untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan agar pembinaan karakter mampu berlangsung secara berkesinambungan dan memberikan dampak yang lebih luas.
Melalui kepengurusan baru Masa Bakti 2026–2029, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Pancoran menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang belajar, ruang pengabdian, dan ruang pembentukan karakter bagi generasi muda Indonesia.
Acara ini dibuka oleh Bapak Iqbal Idham Ramid selaku Camat Kecamatan Pancoran yang menitipkan pesan-pesan kebangsaan dan solidaritas sosial, serta menghasilkan ketua terpilih Catur Subekti dengan masa bakti 2026-2029.***
