Komisi I DPRD Sulteng Gagas Perda Penanganan dan Pengawasan Korban Teroris

oleh -
Ketua Komisi I DPRD Sulteng, Sri Indraningsih Lalusu saat menghadiri kegiatan sosialisasi penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkup Korem 132/Tadulako, Kamis (04/11). (FOTO: HUMPRO DPRD SULTENG)

PALU – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Sri Indraningsih Lalusu, menghadiri kegiatan sosialisasi penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkup Korem 132/Tadulako, Kamis (04/11). Kegiatan tersebut dalam rangka peningkatan nilai-nilai kebangsaan dalam menangkal paham radikalisme.

Sri Indraningsih Lalusu saat menyampaikan sambutan, menyatakan, kegiatan tersebut sangat baik karena sangat sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi di Sulawesi Tengah.

“Di mana yang menjadi perhatian kita saat ini adalah masalah terorisme yang ada di Kabupaten Poso dan sekitarnya. Semoga sosialisasi seperti ini dapat juga dilakukan oleh DPRD Provinsi Sulteng dengan melibatkan 13 kabupaten/kota,” katanya.

Pihaknya di komisi I juga menyatakan siap membantu dari segi anggaran demi kelancaran operasi Madago Raya dalam menuntaskan aksi terorisme yang ada di Kabupaten Poso,

“Saat ini Komisi I DPRD Provinsi Sulteng sedang menggagas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait penanganan dan pengawasan korban teroris yang ada di Provinsi Sulteng,” tutupnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut juga dihadiri Brigjen Tandyo Budi selaku Direktur Pengarahan Komponen Pertahanan, Kementerian Pertahanan, mengatakan, bangsa Indonesia senantiasa dihantui paham-paham radikalisme dan aksi-aksi terorisme yang dapat mengancam stabilitas negara.

Namun ia menekankan bahwa paham radikalisme dan terorisme tidak boleh dikaitkan dengan suatu agama tertentu.

“Semua bisa terjadi pada semua agama atau golongan, sehingga kita tidak cenderung memberikan stigma yang negatif terhadap agama tertentu,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, memberantas paham radikalisme dan aksi terorisme bukan semata-mata tugas aparat keamanan, tetapi sudah menjadi tugas bersama seluruh komponen bangsa.

“Oleh karena itu, peran aktif seluruh masyarakat dan juga para tokoh sangat membantu tugas-tugas aparat keamanan, terutama dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan dini guna mengantisipasi munculnya gerakan-gerakan atau paham radikalisme dan terorisme,” tutupnya.

Sosialisasi tersebut juga dihadiri Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulteng, Prof Zainal Abidin dan sejumlah pejabat di jajaran Korem 132/Tadulako, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta pihak terkait lainnya. ***