DONGGALA, MAL – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Tadulako (UNTAD) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai menunjukkan hasil nyata di Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala.

Berkat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam pembangunan bendung irigasi, produktivitas sawah warga pada musim tanam pertama mencapai 8 ton gabah per hektare.

Capaian tersebut terungkap dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) KKN Kolaborasi UNTAD-UGM yang digelar di Desa Limboro dan Desa Towale, Selasa (7/7).

Kegiatan dihadiri pimpinan kedua perguruan tinggi, Pemerintah Kabupaten Donggala, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan mahasiswa KKN Tematik.

Perwakilan petani Desa Limboro, Waluddin, mengatakan peningkatan hasil panen tidak terlepas dari pembangunan bendung yang dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat, pemerintah desa, Balai Wilayah Sungai (BWS), serta tim dari UNTAD dan UGM.

“Kami bersama-sama membuat bendungan itu. Dengan bantuan dari BWS dan gotong royong seluruh petani, hasil panen pada musim tanam pertama mencapai delapan ton per hektare,” ujar Waluddin.

Meski demikian, ia berharap pemerintah daerah segera menangani kondisi bendung yang mulai mengalami pendalaman hingga sekitar tiga meter di bagian belakang. Menurutnya, jika bendung jebol, aktivitas pertanian warga akan kembali terganggu.

Selain itu, petani juga masih membutuhkan bantuan alat dan mesin pertanian berupa hand tractor yang selama ini harus disewa dari desa tetangga.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN UGM, Prof. Nizam, menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari semangat gotong royong masyarakat yang perlu terus dijaga melalui penguatan kelembagaan desa.

Menurutnya, panen yang diraih warga bukan hanya keberhasilan meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menjadi simbol tumbuhnya kolaborasi, persaudaraan, dan kemandirian masyarakat.

Ia juga mendorong Desa Limboro mengembangkan potensi lain, seperti wisata tenun dan pengelolaan lingkungan, agar mampu memperkuat ekonomi desa.

Kepala Desa Limboro, Mohammad Kifli, menyatakan berbagai masukan dari perguruan tinggi menjadi motivasi bagi pemerintah desa untuk terus membangun kolaborasi dalam pengembangan potensi lokal.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UNTAD, Prof. Andi Rusdin, menegaskan keberhasilan pembangunan bendung harus diikuti dengan pemeliharaan infrastruktur serta komunikasi antarmasyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, menyatakan pihaknya akan terus mendukung penguatan ketahanan pangan di Desa Limboro, salah satunya melalui penyediaan benih padi unggul Gamagora hasil riset UGM yang mampu beradaptasi di lahan basah maupun kering.

Menutup kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Dr. H. Rustam Efendi, , memastikan pemerintah daerah akan menindaklanjuti kebutuhan masyarakat, termasuk dukungan terhadap perbaikan bendung dan penyediaan sarana pertanian melalui perangkat daerah terkait.