PARIMO, MAL – Kapolres Parigi Moutong (Parimo), AKBP Hendrawan A.N., mendorong seluruh personel Polri agar terus beradaptasi menghadapi perkembangan teknologi, khususnya dalam menangani kejahatan siber yang semakin kompleks, sebagai momentum memperkuat profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kapolres saat memberikan sambutan pada acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80 bertema “Polri untuk Masyarakat” di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Rabu (1/7).
Menurut Hendrawan, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola kejahatan yang tidak lagi hanya terjadi di ruang nyata, tetapi juga merambah ruang digital.
Berbagai bentuk kejahatan seperti penyebaran hoaks, penipuan daring, perjudian online, penyalahgunaan media sosial, peretasan, hingga kejahatan siber lainnya menjadi tantangan yang harus diantisipasi seluruh personel Polri.
Ia meminta seluruh anggota Polres Parigi Moutong terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi dengan mengikuti perkembangan teknologi informasi serta memahami metode penanganan kejahatan siber dan berbagai kejahatan kontemporer.
Selain peningkatan kompetensi, Kapolres juga menekankan pentingnya memegang teguh nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman moral dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab merupakan modal utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai benteng dalam mencegah penyimpangan, penyalahgunaan wewenang, pelanggaran disiplin, pelanggaran kode etik, maupun tindak pidana.
Tak hanya itu, Hendrawan meminta anggotanya bijak menggunakan media sosial dengan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta selalu menjaga nama baik institusi Polri, baik di ruang digital maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menegaskan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh insan Polri untuk melakukan introspeksi, evaluasi, dan refleksi dalam meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Menurutnya, tema “Polri untuk Masyarakat” merupakan komitmen agar setiap anggota Polri selalu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang humanis, responsif, profesional, transparan, dan akuntabel.
“Makna tema ini menuntut setiap anggota Polri untuk selalu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang humanis, responsif, profesional, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.
Ia menambahkan, kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui pelayanan yang berkualitas, penegakan hukum yang berkeadilan, serta sinergi yang kuat antara Polri dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, media massa, dan seluruh elemen masyarakat.

