IZI Sulteng Bantu Pemulihan Ekonomi Korban

oleh
foto: Inisiatif Zakat Indonesia berfoto bersama sesaat setelah memberikan bantuan perahu bagi warga pesisir pantai. (foto: IZI)

PALU – Peran lembaga sosial kemanusiaan cukup membantu di tengah-tengah warga, khususnya bagi  korban musibah gempa, tsunami dan likuifaksi yang melenda daerah ini beberapa bulan lalu.

Salah satu peran penting itu dilakukan oleh Inisatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sulteng. IZI melakukan pendampingan untuk memulihkan ekonomi warga yang terdampak bencana.

Kepala Kantor IZI Perwakilan Sulteng, Sabiin Sy Lanta kepada media ini, mengaku,  sejauh ini pihaknya telah memberikan bantuan perahu dan alat tangkap ikan bagi korban yang berdiam di pesisir pantai.

Sementara untuk daerah lainnya, IZI Sulteng melatih warga di bidang kesehatan, seperti pijat dan bekam.

“Mereka kita berikan keterampilan, pijat dan bekam, untuk melayani masyarakat yang butuh pengebotan di tempat-tempat pengungsian. Kita membuka secara gratis di awal,” kata Sabiin Sy Lanta, Senin (21/1) siang.

Terbukti lanjut dia, masyarakat dan relawan antusias dengan pelayanan kesehatan tersebut. Dari hasil pengobatan itu, ekonomi warga terbantu.

Dia juga menambahkan, program ekonomi ini, mengupayakan agar warga bisa bangkit kembali.

Pihaknnya memastikan, akan tetap memberikan pendampingan walaupun usaha warga dimulai dari awal lagi.

“Kita bantu untuk pemberdayaan ekonomi. Fokus kepada korban untuk peberdayaan. Jadi, kita tinggal melanjutkan program yang sebelum bencana itu. Akan tetap menjalin kerjasama dengan donatur dan muzaki untuk mensukseskan program ini”. Katanya.

Selain itu, lanjut dia, pada masa pemulihan ini IZI telah membangun sebanyak 112 Hunian Sementara atau Huntara.

Menurut dia saat ini, Huntara sangat dibutuhkan masyarakat agar mendapat kenyamanan di tempat tinggal baru. Sekitar empat bulan para korban hidup  di tenda-tenda pengungsian.

“Baru 112 Huntara yang kita selesaikan. Untuk massa recovery ini, pertama program kita adalah, pemulihan secara fisik bangunan yang terutama, program Huntara,” singkatnya. (NANANG IP)