MOROWALI – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia SDM) nasional melalui program magang dosen di bidang industrialisasi dan hilirisasi nikel.

Langkah nyata tersebut mendorong kolaborasi strategis bersama perguruan tinggi dalam menguatkan transformasi ekonomi berbasis nilai tambah mineral.

Program ini sekaligus memerkuat praktik keberlanjutan berbasis environmental, social, and governance (ESG).

HR Operation Head PT IMIP, Trisno Wasito, menjelaskan, agenda magang dosen dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif terkait proses hilirisasi nikel di kawasan industri, mulai dari pengolahan bahan baku, teknologi pemurnian, rantai pasok industri baterai, hingga sistem manajemen lingkungan dan keselamatan kerja.

Kata dia, pelibatan diaplikasikan langsung di lapangan dan para dosen mendapat wawasan aktual mengenai dinamika industri, tantangan operasional, serta inovasi teknologi yang diterapkan dalam pengolahan nikel terintegrasi.

Kata dia, dengan adanya pengalaman dosen itu, maka dapat memberikan wawasan dan gambaran seperti apa industri di IMIP. Mereka diharapkan memiliki pandangan lebih terkait manajemen lingkungan kerja di industri.

“Bagi IMIP kegiatan magang dosen merupakan program yang menguntungkan. Pembelajarannya menyangkut segala hal relevan dengan mata kuliah yang diajarkan dosen itu,” kata Trisno Wasito saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (03/03).

Program magang dosen ini juga diharapkan mampu memperkuat relevansi kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri.

Dengan pengalaman langsung di lapangan, para dosen dapat memperkaya visi materi ajar, dan membangun jejaring kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan industri.

Ke depan, IMIP berharap program ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan tercipta ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pengolahan nikel dan transisi energi global.

Trisno Wasito mengatakan, melalui program ini, sudah ada lima akademisi yang magang di kawasan IMIP. Satu dosen dari jurusan Teknik Metalurgi Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (Unhas) dan empat lainnya asal Akademi Teknik Industri Makassar (ATIM).

“Mereka belajar tentang proses hidrometalurgi dan pirometalurgi, di departemen safety, environmental, dan sejumlah produksi lainnya dalam kawasan IMIP. Ini sebenarnya untuk melengkapi magang mahasiswa. Karena magang dosen akan menyelaraskan antara program-program yang ada di kampus dengan kebutuhan industri,” jelas Trisno Wasito.

Dari aspek lingkungan, para peserta magang mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan limbah industri, efisiensi energi, pengendalian emisi, serta upaya reklamasi dan rehabilitasi lingkungan.

Dari sisi sosial, program ini memerlihatkan bagaimana aktivitas industri berjalan linear dengan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Para dosen juga mempelajari praktik transparansi tata kelola perusahaan, kepatuhan regulasi, serta standar operasional yang diterapkan dalam kawasan pengelola industri berbasis nikel tersebut.

Trisno Wasito menegaskan, IMIP konsisten berkontribusi menciptakan SDM unggul di sektor industri hilirisasi nikel.

Ke depan ilmu yang diperoleh dalam kawasan penggerak utama penyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran terbuka tersebut, dapat menjadi referensi menyusun kurikulum baru pengajaran industri hilirisasi nikel.

“Secara langsung manfaat bagi IMIP adalah terciptanya hubungan dan sinergi baik antara industri serta akademisi. Kami memandang, sinergi dengan perguruan tinggi sebagai langkah strategis dalam mendukung agenda hilirisasi nasional,” tandasnya. ***