SIGI — Panorama sejarah begitu terasa saat langkah kaki memasuki gerbang gedung tua Alkhairaat yang telah berdiri sejak puluhan tahun silam. Bangunan itu bukan sekadar tempat, melainkan ruang yang menyimpan jejak perjalanan dakwah Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) yang masih hidup dalam ingatan kolektif masyarakat.
Sabtu malam (19/4) itu, pengaturan cahaya pada sebuah gedung berornamen klasik itu, seolah menyorot masa lalu. Masa dimana sang pendiri Alkhairaat dan para murid-muridnya ada di tengah mereka. “Vibes” haul ala Kalukubula, seakan memanggil kembali jamaahnya ke zaman bersama sang guru.

Apalagi di jendela kaca, dipasang empat foto Guru Tua yang telah direstorasi. Lalu terpantulkan cahaya dari dalam.
“Saya melihat ini, merinding seperti Guru Tua hadir,” kata Munifah jamaah yang hadir
Di sebuah spot gaya rustik, kayu palet dan jerami, sejumlah benda bersejarah dipajang dengan rapi. Sebuah teko tua yang sederhana, teko tua bersama cangkir dan piring saji kecil, dan potongan tongkat yang diyakini pernah digunakan Guru Tua. Terdapat pula lembaran tulisan tangan yang masih terjaga, dan surat asli peninggalan Guru Tua perihal rumah waqaf yang berseberangan dengan gedung tua itu.

Pengunjung juga teralihkan pada sebuah foto, yang hampir tak pernah dilihat warga Kalukubula sebelumnya. Foto dimana Guru Tua bersama puluhan muridnya di gedung tua itu.
Ketua Yayasan Alkhairaat Desa Kalukubula yang juga putra pendiri Alkhairaat Kalukubula Nawawi Ranggewaya, Ilyas Nawawi mengatakan, gedung itu adalah bangunan yang penuh sejarah. Sejak masih berdinding papan, hingga menjadi gedung kokoh seperti saat ini.
Ilyas Nawawi memuji inisiatif para anak muda Alkhairaat di desa menggelar Haul di Gedung Tua Alkhairaat. “Ini monumental!” Tanggapnya.
Selain itu dia bercerita, ketika diumumkan bahwa Guru Tua akan datang ke Kalukubula, maka sejak malamnya itu orang-orang Kalukubula akan ramai menyalakan lampu di jalan-jalan. Sebab kala itu belum ada listrik.
Demikianlah antusias masyarakat Kalukubula dengan keberadaan sang guru.

Habib Muchsen Aly Alhabsyi yang membawakan hikmah Haul Guru Tua, berusaha mengingat-ingat dahulu ia pernah berada di gedung tua ini.
“Kalau saya tidak salah ingat. Dulu waktu Habib Saggaf dibawa pertama kali Habib Idrus baru datang dari Mesir, beliau ceramah di sini. Saya waktu itu masih kecil,” ungkapnya.
Gedung tua Alkhairaat di Kalukubula merupakan salah satu bangunan, yang bentuk ornamennya persis dengan madrasah yang ada di Alkhairaat Pusat. Gedung ini sejarahnya, adalah Mualimin kedua setelah di Alkhairaat Pusat.
Pada perkembangannya, mualimin ini kemudian beralih menjadi madrasah tsanawiyah. Kini gedung tersebut digunakan oleh madrasah diniyah awaliyah.
Haul Guru Tua di desa ini, diinisiasi oleh anak-anak muda Alkhairaat di desa itu, utamanya oleh Jalsatul Jum’ah Majelis Jibril, dan didukung oleh pemerintah desa.

