Guru Agama Diharap Bantu Cegah Radikalisme

oleh -

PALU – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengharapkan peran maksimal guru agama untuk membantu mencegah tumbuh dan berkembangnya faham dan gerakan radikalisme di sekolah.

“Kami mendorong para guru tingkat TK/PAUD, SD/Ibtidaiyah, Madrasyah Tsanawiyah/SMP, untuk meningkatkan metode¬†pengajaran materi pendidikan agama kepada para siswa agar lebih memahami agamanya dengan baik,” ujar Kasubdit Pemberdayaan BNPT, Dr Andi Intang Dulung, dalam kegiatan internalisasi nilai-nilai agama dan budaya di sekolah, dalam menumbuhkan moderasi beragama, bertajuk “Moderasi dari Sekolah”, di Palu, Rabu (23/09).

Di sinilah, kata dia, urgensi penguatan kapasitas mengajar para guru kelas, yaitu menyamakan persepsi tentang radikal terorisme, peta kerawanan dan cara menghadapinya dengan benar.

“Dan untuk mendukung program tersebut, BNPT telah bekerja sama dengan sejumlah pihak, di antaranya dari Kementerian Agama dan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia,” sebut Andi Intang Dulung.

Dia menyatakan, BNPT dan FKPT Sulteng percaya pendekatan lunak adalah pilihan tepat untuk langkah pencegahan terorisme.

“Karena terorisme bisa terjadi di mana pun dan kapan pun secara tak terduga. Dan para pelaku juga merupakan bagian dari masyarakat yang setiap saat ada dan bisa jadi mendiami lingkungan sekitar kita,” katanya.

Terkait dengan itu, Ketua FKPT Sulteng, Dr. Muh. Nur Sangadji, mengatakan, agama dan budaya memiliki keterkaitan yang perlu dipahami dan dikembangkan oleh para guru dalam membina para siswa, termasuk dalam menanamkan moderasi beragama.

“Agama dan budaya bisa menjadi pendekatan sangat efektif dalam pembinaan ahlak para siswa,” sebutnya.

Problemnya, menurut dia, bagaimana menyinkronkan agama dan budaya sehingga menjadi satu kekuatan dalam pembinaan mental siswa lewat metode pembelajaran di kelas. 

Dalam kegiatan tadi, BNPT bersama FKPT Sulteng melibatkan para guru agama dari Kota Palu, Sigi dan Donggala.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Sulteng, Rusli Baco Dg Palabbi, unsur pimpinan DPRD Sulteng dan forum komunikasi pimpinan daerah.

Reporter : Ikram
Editor : Rifay