PALU, MAL – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, menyambut audiensi dari Komisi Nasional Disabilitas (KND) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Selasa (04/08).
Pertemuan ini memperkenalkan Program Building Effective Network (BEN) yang bertujuan memperkuat **inklusi disabilitas Palu, khususnya bagi anak dan remaja.
Komisioner KND, Jonna Aman Damanik, bersama Asisten Deputi Kesejahteraan Lansia dan Penyandang Disabilitas Kemenko PMK, Ricky Radius Siregar, hadir dalam audiensi tersebut. Mereka didampingi perwakilan Yayasan NLR Indonesia dan mitra Program BEN.
Sekretaris Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu, dr. Royke Abraham, serta Kepala Bappeda Kota Palu, Ahmad Rijal, turut hadir dalam pertemuan strategis ini.
Program BEN merupakan inisiatif yang berfokus pada penguatan jejaring, kapasitas, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Tujuannya adalah mendukung pemenuhan hak penyandang disabilitas, dengan perhatian khusus pada anak dan remaja, demi kesempatan yang setara dalam kehidupan sosial.
BEN Project Officer NLR Indonesia, Nona, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kota Palu terhadap isu disabilitas.
Ia melihat visi pembangunan Wali Kota Hadianto Rasyid memiliki keselarasan dengan tujuan Program BEN dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.
“Pertemuan hari ini luar biasa. Pak Wali memiliki visi dan misi yang sangat fokus untuk orang dengan disabilitas. Kami dari NLR Indonesia bekerja sama dengan Sekolah Lu Vine dan Karsa Institute memiliki program yang sejalan untuk mendukung anak dan remaja dengan disabilitas,” kata Nona.
Nona menambahkan, kesamaan arah ini membuka peluang kerja sama konkret antara Pemerintah Kota Palu dan berbagai organisasi pegiat hak penyandang disabilitas.
“Program Pak Wali sangat sejalan dengan yang kami miliki. Ibarat gayung bersambut, kami ingin bersama-sama mendorong Palu menjadi kota yang lebih inklusif bagi anak muda, anak, dan remaja dengan disabilitas melalui berbagai program yang ada,” lanjutnya.
Salah satu program yang mendapat sorotan positif adalah Sekolah Khusus Keluarga yang dikembangkan Pemerintah Kota Palu.
Menurut Nona, pendekatan yang melibatkan keluarga dalam pendampingan anak penyandang disabilitas adalah langkah inovatif.
“Program Sekolah Khusus Keluarga sangat menginspirasi. Kami berharap konsep ini dapat menjadi contoh yang bisa kami bawa dan diperkenalkan di wilayah lain tempat Program BEN berjalan, seperti di Nusa Tenggara Timur dan Jawa Timur,” ungkap Nona.
Pemerintah Kota Palu menyambut baik inisiatif ini dan berharap kolaborasi lintas sektor tersebut tidak hanya berhenti pada audiensi. Harapannya, program-program nyata dapat segera diimplementasikan untuk memberikan manfaat langsung bagi penyandang disabilitas di kota ini. ***
