PALU, MAL. Rangkaian gempa susulan pascagempa tektonik magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 16 Juni 2026 terus berlanjut. Hingga Minggu, 21 Juni 2026 pukul 14.55 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.176 gempa susulan Sulteng di wilayah terdampak.

Djati Cipto Kuncoro, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, menjelaskan angka tersebut merupakan hasil pemantauan aktivitas kegempaan selama hampir sepekan. Gempa utama berpusat di darat, sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa susulan Sulteng tersebut memiliki magnitudo bervariasi, dari 1,4 hingga 5,3. Sebanyak 49 gempa di antaranya dirasakan masyarakat di Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso, dan Kota Palu.

Sebagian besar gempa susulan ini terjadi pada kedalaman kurang dari 10 kilometer, sehingga getarannya masih terasa di permukaan.

BMKG menjelaskan gempa utama dipicu aktivitas Sesar Sausu dengan mekanisme sesar turun atau normal fault. Meski tren aktivitas gempa susulan menunjukkan penurunan, potensi gempa masih ada karena proses pelepasan energi dan penyesuaian tekanan pada bidang sesar belum berakhir.

Menurut BMKG, frekuensi gempa susulan ke depan diharapkan berkurang dan kekuatannya cenderung melemah. Namun, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak mengabaikan informasi resmi dari otoritas kebencanaan.

“Aktivitas gempa susulan tidak menutup kemungkinan masih tetap terjadi. Kami terus melakukan pembaruan perkembangan kegempaan melalui kanal resmi BMKG maupun kanal informasi pemerintah,” kata Djati Cipto Kuncoro.

Sesar Sausu yang masih menyimpan tekanan memungkinkan terjadinya gempa lanjutan, meski dengan intensitas yang semakin kecil seiring waktu. Pemantauan intensif oleh jaringan pemantauan gempa nasional terus dilakukan untuk memastikan setiap perkembangan terinformasi kepada masyarakat.

Seiring menurunnya aktivitas gempa susulan, kondisi diharapkan berangsur stabil. Warga, khususnya di wilayah terdampak seperti Kabupaten Sigi yang mengalami dampak paling signifikan, diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah serta lembaga penanggulangan bencana.