Fatimah Lasawedi akan Prioritaskan Dana Aspirasi untuk Irigasi di Wilayah Rawan Banjir

oleh -83 Kali Dilihat
Suasana jaring aspirasi yang dilakukan anggota DPRD Sulteng, Dra. Fatimah Hi. Moh. Amin Lasawedi, M.Si di salah satu titik di wilayah Touna, beberapa waktu lalu. (FOTO: IST)

PALU – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Dra. Fatimah Hi. Moh. Amin Lasawedi, M.Si berkomitmen akan memprioritaskan alokasi dana aspirasi pada APBD Perubahan Tahun 2021 ini untuk membiayai infastruktur pertanian di daerah pemilihannya (dapil), tepatnya di wilayah Tojo Una-Una (Touna).


“Saya pikir kegiatan yang menjadi prioritas saat ini adalah penyediaan sarana irigasi untuk kondisi wilayah rawan banjir yang akhir-akhir ini,” kata Fatimah, saat dihubungi media ini, Senin (30/08).

Menurutnya, maraknya banjir yang terjadi akibat abrasi ini disebabkan oleh eksploitasi hutan dan penebangan pohon untuk bahan bakar penyulingan nilam yang tidak terkontrol, sehingga banyak terjadi luapan air sungai yang menyebabkan banyak wilayah dan komunitas masyarakat terdampak banjir.

“Ini menjadi prioritas karena nyaris hampir setiap turun hujan sering terjadi luapan air yang menggenangi pemukiman,” tutur Bendahara Fraksi PKS DPRD Sulteng itu.

Di masa reses Juli lalu, Fatimah yang duduk di Komisi IV DPRD Sulteng itu juga menyempatkan diri menjaring aspirasi di sejumlah desa di wilayah Touna.

Pada kesempatan itu, Fatimah mengunjungi Desa Patingko, Kecamatan Ratolindo dan Desa Padang Tumbou, Kecamatan Ampana Kota serta Desa Uebone, Kecamatan Ampana Tete dan Desa Buntongi, Kecamatan Ampana Kota.

“Sebenarnya kalau mengacu pada surat tugas yang dikeluarkan Sekretariat DPRD, lokasi reses yang akan saya laksanakan terdiri dari dua desa yang ada di wilayah kepulauan, tepatnya Desa Siatu, Kecamatan Batudaka dan Desa Pulau Enam, Kecamatan Talatako. Sisanya dua desa di wilayah daratan Touna, yaitu Desa Uebone Kecamatan Ampana Tete dan Desa Buntongi, Kecamatan Ampana Kota,” tuturnya.

Tetapi, jelas dia, karena keadaan bencana alam yang bertepatan dengan kegiatan reses tersebut, maka kegiatan di dua desa wilayah kepulauan harus digeser seluruhnya di wilayah Daratan Touna.

“Dua desa di kepulauan itu diganti dengan Desa Patingko, Kecamatan Ratolindo dan Desa Padang Tumbou, Kecamatan Ampana Kota,” terangnya.

Dari hasil reses itu, ia mengaku banyak menerima usulan dari masyarakat. Namun demikian, kata dia, tetap pada kesepakatan prioritas untuk bantuan program yang disepakati di masing-masing desa.

“Jadi secara keseluruhan dari 4 desa yang ada itu, masing-masing mengajukan usulan program yang disepakati berupa kultivator di Desa Patingko, bantuan air bersih Desa Padang Tumbuo, bantuan alat pencacah sampah Desa Buntongi dan bantuan gedung Madrasah Alkhairaat Desa Uebone,” urainya.

Dari masing-masing program kesepakatan itu, lanjut dia, Insya Allah akan menjadi komitmen dirinya untuk ditindaklanjuti. (RIFAY)