PARIMO – Dari sebuah desa sederhana di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) langkah seorang putra daerah kini menggema hingga ke panggung dunia. Taslim, S.Pd., M.Pd., Gr, tak pernah menyangka kecintaannya pada Al-Qur’an akan membawanya sejauh ini, mewakili Indonesia di ajang MTQ Internasional Pemuda Masjid Dunia 2026.
Lahir di Desa Gio pada 2 Desember 1992, Taslim tumbuh dalam lingkungan yang sederhana. Ia adalah putra dari pasangan Tasrif dan almarhumah Herlina L., yang sejak kecil telah menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupannya. Hingga kini, ia tetap memilih tinggal di kampung halamannya, tempat di mana perjalanan panjang itu dimulai.
Ketekunan dan kedisiplinannya dalam mempelajari Al-Qur’an perlahan membuahkan hasil. Pada Seleksi MTQ Internasional Pemuda Masjid Dunia tingkat Sulawesi Tengah yang digelar 30 April 2026, Taslim tampil memukau. Dengan nilai 95, ia keluar sebagai juara pertama sebagai capaian yang bukan hanya membanggakan dirinya, tetapi juga seluruh masyarakat Parimo.
Langkahnya belum berhenti. Bersama Sunarti Larisa, qoriah asal Kota Palu, Taslim akan mewakili Sulawesi Tengah dalam ajang internasional yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, 23 hingga 25 Mei 2026. Di sanalah, ia akan membawa nama Indonesia bersaing dengan peserta dari berbagai negara anggota Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI).
Bagi Taslim, ini bukan sekadar kompetisi. Ini adalah panggilan untuk mempersembahkan yang terbaik, bukan hanya untuk daerahnya, tetapi juga untuk bangsa.
Dukungan pun mengalir dari berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan seluruh kebutuhan delegasi terpenuhi, mulai dari transportasi hingga akomodasi. Di sisi lain, masyarakat Parimo menyambut kabar ini dengan penuh kebanggaan.
Bupati Parimo, H. Erwin Burase, menyebut keberhasilan Taslim sebagai bukti bahwa anak daerah mampu bersaing di tingkat global.
“Ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi tentang dedikasi dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Taslim adalah representasi generasi muda Parigi Moutong yang berdaya saing,” ujarnya.
Di balik capaian itu, ada doa yang terus mengiringi. Harapan dari keluarga, dukungan masyarakat, dan semangat dari tanah kelahirannya menjadi kekuatan tersendiri bagi Taslim.
Kini, dari Desa Gio, langkah itu terus melangkah jauh. Menuju Jakarta, menuju panggung dunia.
Dan dari sana, sebuah harapan sederhana terus dibawa: mengharumkan nama Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dan Indonesia.

