PALU – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Adhi Guna Palu menggelar wisuda ke-24 dengan meluluskan ratusan sarjana komputer baru, di Palu, Rabu (20/05).
Wisuda STMIK Adhi Guna kali ini secara resmi melepas 117 wisudawan dari dua program studi yang berbeda.
Melalui rapat senat terbuka, tercatat sebanyak 29 orang lulusan berasal dari Program Studi Sistem Informasi. Sementara itu, 88 orang lainnya merupakan lulusan dari Program Studi Teknik Informatika.
Ketua STMIK Adhi Guna, Mus Aida, menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan akademik melainkan sebuah awal.
Ia menyebut para sarjana baru memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat luas.
“Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru dalam kehidupan. Hari ini saudara resmi menyandang gelar sarjana yang berarti saudara memiliki tanggung jawab moral dan intelektual,” kata Mus Aida, Ketua STMIK Adhi Guna.
Tahun ini, pelaksanaan Wisuda STMIK Adhi Guna mengusung tema Generasi Cerdas untuk Masa Depan Digital. Mus Aida menjelaskan bahwa kecerdasan saat ini tidak lagi sekadar diukur dari sisi akademik semata, tetapi juga dari kemampuan adaptasi dan berpikir kritis.
“Oleh karena itu, kami berharap para lulusan STMIK Adhi Guna menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional, sosial, spiritual, dan nasionalisme yang kuat,” kata Mus Aida, Ketua STMIK Adhi Guna.
Pihak kampus juga terus menjalin kerja sama strategis dengan berbagai instansi guna membangun ekosistem pendidikan kolaboratif.
Acara puncak Wisuda STMIK Adhi Guna ini turut disaksikan oleh perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2DIKTI) Wilayah XVI, pemerintah daerah, dan sejumlah pimpinan perguruan tinggi lainnya.
Mus Aida juga memberikan apresiasi khusus kepada para orang tua wisudawan atas pengorbanan mereka selama masa perkuliahan.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seorang mahasiswa sangat bergantung pada dukungan dan doa dari pihak keluarga.
“Di balik toga yang dikenakan hari ini, terdapat doa dan pengorbanan orang tua yang tak ternilai harganya. Doa orang tua adalah kekuatan yang tak terlihat,” kata Mus Aida.

