Cita-cita Kristin Jadi Pendeta, yang Lain Jadi Polisi

oleh -
Dari kiri Fano, Noel, Kristin, Rivan, Julio, Fincent

DALAM sebuah penggalan cerita di film pendek Santukaka Channel berjudul “Cita-Cita jadi Polisi dan Tentara”, yang rilis 21 Oktober 2021, digambarkan Noel bercita-cita jadi Tentara, sedangkan Rifan ingin jadi Polisi. Pada cerita itu, setelah jadi tentara Noel mengaku ingin menikah dengan guru, karena pendidikan itu penting. Sedangkan Rivan mengaku, kalau jadi polisi dia akan menikah dengan perawat karena kesehatan itu penting.

Kristin yang ada di situ juga ditanyakan oleh keduanya, “Kamu Kristin, cita-citamu jadi apa?” Tanya Noel.

“Saya cita-citaku kalau bukan jadi guru jadi perawat,” jawab Kristin dengan wajah serius.

Keduanya kaget, lalu mereka bertanya lagi jikalau besar Kristin mau menikah dengan siapa. Lau dijawab Kristin,“Saya mau menikah dengan tentara atau polisi!”

Mendengar itu tiba-tiba Noel dan Rivan membatalkan cita-citanya.

“Memang kamu laki-laki gampang berubah. Cita-cita saja kamu tidak bisa pegang, apalagi kata-kata!” timpal Kristin emosi.

Dialog film pendek ini membuat siapapun akan terkekeh mendengarnya. Apalagi menggunakan dialek keseharian mereka. Kadang menggemaskan, bukan hanya karena tingkah mereka, tapi ekspresi raut muka yang mereka tonjolkan.

Dalam beberapa video lain Ordian Tampale sang konten kreator Santukaka mencoba membawa pemirsa untuk melihat suasana alam pedesaan, Desa Meko, Kecamatan Pamona Barat, Kabupaten Poso. Desa asal para pemeran dan kru film ini.

Bincang-bincang santai Kru Media Alkhairaat bersama kru dan para pemeran di film pendek dari Santukaka Channel, pada Sabtu (19/3) di Torau Resort. FOTO: IZFALDY

Ordi menggambarkan suasana kampung dengan segala kelebihan dan kekurangan, serta penampilan keseharian lakon utama Santukaka yang sekampung.

Baik Noel Tampale, Rivan Sanggalea, Kristin Tadene, Julio Penyami, Fincent Megea, Fano Kumpa mereka semua satu kompleks tinggal Desa Meko dan satu sekolah, kecuali Fano lain sekolah kini duduk di kelas VI. Sementara Kristin Tadene kelas dan Julio Penyami kelas III, Noel Tampale, Rivan Sanggalea duduk di kelas II, Fincent Megea sendiri duduk di kelas I SD.

Di tengah aktivitas kegiatan sekolah mereka, setiap harinya sekitar pukul 14.00 WITA akan syuting untuk membuat satu konten video diambil dari kisah atau kejadian kehidupan di tengah masyarakat, lalu dibalut dengan situasi komedi, tapi tidak menghilangkan pesan-pesan moral atau nilai kemanusiaan, kesusilaan dan kebaikan dalam pergaulan.

Ordi mencoba membawa pesan-pesan moral kebaikan lewat karyanya di setiap video digarapnya bersama tim kreator lainnya Erdin Ardiman Bone, dan Herson Mapesu.

Pemeran dalam Santukaka tentu sudah banyak yang kenal. Mereka punya karakter masing-masing yang ingin dibangun oleh Ordian Tampale.

Kristin digambarkan seorang yang selalu marah-marah dan selalu benar tidak pernah salah. Padahal karakter keseharian Kristin sendiri tidak pemarah. Dan ternyata bukan seperti di film tadi, Noel, Rivan, Fincent dan Julio selalu menjadi musuh bebuyutan Kristin. Sedangkan Fano digambarkan sebagai karakter yang bijak.

Sebagai anak-anak mereka tentunya punya cita-cita. Ketika hal itu ditanyakan oleh Media Alkhairaat saat Milad PT Media Alkhairaat Online ke-2, di Torau Resort, Kecamatan Pamona Barat, Kabupaten Poso, Sabtu 19 Maret lalu, mereka mengungkapkan cita-cita mereka masing-masing.

Jikalau dalam video tadi Kristin bercita-cita jadi guru atau perawat, rupanya cita-citanya di kehidupan nyata adalah ingin menjadi seorang pendeta.

“Saya ingin jadi pendeta,” kata Kristin lurus tanpa tedeng aling-aling.

Sedangkan dalam video tadi, Noel dan Rivan berbeda soal cita-cita. Lain lagi di kehidupannya, keduanya justru sama-sama mengatakan bercita-cita ingin jadi polisi.

Sementara Julio dan Fincent, si “Ipin dan Upin” juga di kehidupan nyatanya, ingin menjadi seorang polisi. Awalnya Fincent mengaku ingin jadi tentara, tapi urung dan ragu lalu berbalik keinginan seperti teman-temannya.

“Eh jadi polisi,” katanya menganulir cita-cita sebelumnya.

Nah, Fano si karakter yang selalu jadi penengah setiap perbantahan di kalangan rekan-rekan yang lebih muda darinya, ternyata juga bercita-cita ingin jadi polisi.

“Aman kampung!” kata Ordi mendengar cita-cita para artisnya.

Oh iya, lewat pesan Whatsapp, Ordi atau Papa Noel menyampaikan kepada MAL, bahwa cita-cita Noel ingin jadi Pilot.

“Noel cita-citanya jadi pilot katanya…. hahahaha,” pesan dari Ordi, Rabu malam tadi (23/3).

Sepertinya benar kata Kristin,“Memang kamu laki-laki gampang berubah. Cita-cita saja kamu tidak bisa pegang, apalagi kata-kata!”

Reporter: IKRAM/NANANG
Editor: NANANG