Bakrie Amanah-PT CPM Kerja Sama Program Beasiswa Tangguh

oleh
Staf Program Bakrie Amanah, Edo Hendra (kedua dari kanan) dan Kepala Teknik Tambang (KKT) PT CPM, Abdul Haris Yusuf, menandatangani MoU Program Beasiswa Tangguh, di Ruang Banua 1, PT CPM, Kamis (10/06). (FOTO: RIFAY)

PALU – Pihak Bakrie Amanah dan PT Citra Palu Minerals (CPM) menjalin kerja sama program beasiswa tangguh untuk mahasiswa di sekitar area tambang PT CPM.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang diwakili Edo Hendra selaku Staf Program Bakrie Amanah dan Kepala Teknik Tambang (KKT) PT CPM, Abdul Haris Yusuf, di Ruang Banua 1, PT CPM, Kamis (10/06).

Penandatanganan MoU disaksikan Manager External and Compliance PT. CPM, Amran Amier dan Danny K Wardhana selaku Manager CSR PT BRM serta Program Divisi Head Bakrie Amanah, Mochamad Noerhakim yang mengikuti kegiatan tersebut secara virtual.

Berbeda dari sebelumnya, jika pada batch pertama Bakrie Amanah baru focus pada regional Jakarta, Banten dan Jawa Barat, kali ini proses rekrutmen Beasiswa Tangguh diluaskan ke luar Pulau Jawa, salah satunya Sulawesi Tengah, tepatnya di Kota Palu berkolaborasi dengan PT CPM.

Program Divisi Head Bakrie Amanah, Mochamad Noerhakim, mengatakan, Beasiswa Tangguh merupakan program bantuan pendidikan yang berkelanjutan, yaitu bantuan yang diberikan kepada mahasiswa sampai penerimanya lulus kuliah, selama dapat mempertahankan prestasinya.

“Selama mengikuti program beasiswa ini,  mahasiswa dibekali dengan program pembinaan karakater dan sociopreneurship, termasuk magang di perusahaan mitra Bakrie Amanah,” tuturnya.

Olehnya, kata dia, program ini membutuhkan perusahaan mitra yang dapat memfasilitasi mahasiswa beasiswa tangguh dalam berlatih dan mengimplementasikan ilmu dan keterampilannya.

“Alhamdulillah PT CPM bisa menjadi mitra kolaborasi dalam program ini yang memberikan ikatan kerja kepada penerima beasiswa khusus untuk di Sulteng,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, di Tahun 2019 lalu, Bakrie Amanah sudah meluncurkan Program Beasiswa Tangguh ini diikuti 350 mahasiswa dan terseleksi menjadi 15 penerima di batch pertama.

“Namun di Tahun 2020 sempat terhenti karena pandemi dan pada tahun ini melalui salah satu semangat kebersamaan dengan tema yang diangkat “Kolaborasi untuk Negeri” maka diluncurkan lagi Beasiswa Tangguh batch ke-2,” ujarnya.

Selain di Sulteng, lanjut dia, kali ini Bakrie Amanah akan memberikan beasiswa kepada 17 mahasiswa yang tersebar di empat provinsi lainnya, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi dan Riau dengan menggandeng beberapa perusahaan sebagai mitra dalam pembinaannya.

“Alhamdulillah PT BRM bersama PT CPM membuka pintu untuk bisa berkolaborasi dalam meluncurkan beasiswa ini,” katanya.

Ia berharap, kegiatan ini bisa memajukan pendidikan di Indonesia dan mampu mendorong mahasiswa untuk meningkatkan prestasi dalam menyelesaikan studi di perguruan tinggi.

“Karakter bangsa tentunya bisa dilihat dari sejauhmana pendidikan anak-anak negeri. Beasiswa Tangguh akan menjadi program yang berkelanjutan, mengingat di dalam program ini anak-anak juga akan dibina untuk menjadi karakter dan juga masa depan yang lebih baik selama masa perkuliahan. Ini juga bisa menjadi salah satu portofolio yang baik tentunya bagi anak-anak beasiswa tangguh,” ujar Hakim.

Selain kolaborasi dalam hal pendidikan, pihaknya bersama PT CPM dan BRM juga akan berkolaborasi untuk mewujudkan Kampung Makmur di Donggala yang telah diinisiasi bersama perusahaan di Group Bakrie lainnya sejak tahun 2018, pascabencana alam.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang PT CPM, Abdul Haris Yusuf, mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi CSR di wilayah operasional PT CPM di Poboya. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi salah satu dari enam pilar yang akan dibangun untuk masyarakat.

“Bersyukur sekali bisa terlaksana. Mudah-mudahan nanti bisa berkembang, tidak hanya di kalangan mahasiswa tapi juga ke jenjang pendidikan yang lain,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan semacam ini sangat diperlukan untuk membentuk koalisi sosial antara perusahaan dengan masyarakat sehingga memerlukan dukungan stakeholder, baik dari masyarakat, pemerintah dan perusahaan itu sendiri.

“Mudah-mudahan dengan terlaksananya program ini, maka nantinya kita akan melakukan kegiatan yang lain ke depan dengan harapan bisa bersinergi dengan Bakrie Amanah agar pilar yang lain seperti pemberdayaan ekonomi, kesehatan, infrastruktur dan keagamaan bisa terlaksana,” pungkasnya. (RIFAY)