Alkhairaat Tolak Program 5 Hari Bersekolah dengan Catatan

oleh -
Siswa-siswi Madrasah Diniyah Awaliyah Alkhairaat melantunkan hafalan Alqur'an, pada acara Wisuda MDA Alkhairaat angkatan 2016/2017, di Majelis Taklim Kalukubula, Ahad (14/5). FOTO: DOK

PALU – Polemik program pendidikan penguatan karakter (PPK) atau yang dikenal dengan 5 hari bersekolah 8 jam belajar kini masih terus bergulir dan menjadi perhatian serius bagi setiap yayasan pendidikan swasta yang ada di Sulawesi Tengah. Pasalnya program  Mendikbud Muhadjir Effendy itu dinilai bisa–bisa mematikan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA).

Mengenai hal tersebut, Ketua Umum PB Alkhairaat Habib Ali bin Muhammad Aldjufri mengingatkan program yang kini dalam tahapan pembahasan di Komisi X DPR RI, jika sampai mematikan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) secara tegas Alkhairaat akan menolaknya.

“Jika tidak sampai mematikan kita malah akan mendukung program tersebut,” jelas Ketua Umum PB Alkhairaat kepada media ini, Rabu (12/7) di kediamannya Jalan Bakuku Palu.

Dalam penjelasannya itu, Habib Ali mengatakan sebagai Yayasan Pendidikan yang terbesar di kawasan Indonesia Timur bahkan sudah hadir di 13 provinsi di seluruh Indonesia bagian timur, Alkhairaat tentunya tidak akan setuju dengan program tersebut, jika sampai mencekik sekolah–sekolah sore (Madrasah Diniyah Awaliyah) yang selama ini turut mempunyai andil dalam membentuk karakter anak–anak bangsa.

Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulteng itu mengatakan, tentunya penolakan yang dilakukan oleh Alkhairaat bahkan yayasan–yayasan pendidikan yang lainnya itu pasti dengan alasan yang kuat.

“Mengisi hati-hati mereka dengan karakter keagamaan serta akhlak mulia dan tentunya rasa cinta terhadap tanah air adalah bagian dari prioritas sekolah-sekolah sore ini, utamanya adalah Alkhairaat,” ucapnya

Sementara itu, PB Alkhairaat Pusat akan menyurati pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Medikbud, dan juga Presiden RI terkait dengan hal tersebut.

“Dan nantinya kita harapkan pihak pemerintah akan mendengar hal ini, karena bagaimanapun wujud sekolah-sekolah swasta ini telah lama ada jauh sebelum sekolah-sekolah milik pemerintah,” tandas Ketua Umum PB Alkhairaat Habib Ali.

Olehnya itu, pemerintah jangan sampai menutup mata, dengan MDA, karena sekolah swasta juga bagian penting dari bangsa indonesia. (FALDI)