PALU— Aliansi Buruh Tadulako terdiri dari tujuh serikat pekerja menggelar audiensi bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, pada Selasa (28/4). Audiensi ini dipimpin oleh Abdul Wahyudin yang juga merupakan Ketua PW FNPBI Sulawesi Tengah (Sulteng) dan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara buruh, pemerintah, dan pengusaha.
Tujuh serikat tergabung dalam aliansi tersebut meliputi KSBSI, K. SBSI, KSPSI, FSP KEP, FSPMI, PPMI, dan FNPBI.
Dalam audiensi tersebut, aliansi buruh menekankan pentingnya penguatan Lembaga Kerjasama (LKS) Tripartit Provinsi sebagai wadah dialog dan penyelesaian persoalan ketenagakerjaan. Mereka menegaskan bahwa gubernur memiliki peran strategis sebagai ketua LKS Tripartit yang mencakup tiga unsur utama, yaitu serikat pekerja, pemerintah, dan pengusaha.
Jika terjadi permasalahan tidak terselesaikan dengan baik, maka hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama, termasuk peran gubernur dalam memastikan optimalnya fungsi LKS Tripartit.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Anwar Hafid menyatakan dukungan penuh terhadap aspirasi disampaikan. Ia mengamini seluruh masukan dari serikat pekerja dan menginstruksikan kepada Dinas Ketenagakerjaan Provinsi untuk segera menyusun anggaran penguatan LKS Tripartit.
Selain itu, pemerintah provinsi juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi kebutuhan operasional, termasuk penyediaan gedung LKS serta dukungan pengadaan mobil operasional guna menunjang aktivitas lembaga tersebut.
Dalam kesempatan sama, gubernur juga menginginkan agar peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) dapat dirayakan secara meriah oleh para pekerja di Sulteng.
Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan kepada kaum buruh.
Audiensi tersebut menjadi langkah konkret dalam membangun hubungan industrial lebih harmonis dan berkeadilan, melalui kolaborasi antara buruh, pemerintah, dan pengusaha di Sulteng.**

