PALU –Penyidik Polda Sulteng telah melakukan pelimpahan tahap II berkas perkara kasus  penyelundupan 15 kilogram sabu berasal dari jaringan internasional Malaysia-Indonesia, yang masuk di Kabupaten Tolitoli.

Pelimpahan barang bukti dan tersangka ke jaksa penuntut umum (JPU) tersebut dilakukan penyidik pada Kamis (12/10) pekan lalu.

“Pelimpahan barang bukti dan tersangka dilaksanakan Kamis(12/10) lalu,” kata Kasubdit Penmas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari di Palu, Ahad(15/10).

Ia menjelaskan, tersangka dilimpahkan masing-masing inisial  NJ, AS dan NI. Adapun barang bukti dilimpahkan di antaranya sabu dan lainnya.

“Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman yang dihadapi adalah paling rendah 6 tahun penjara, maksimal 20 tahun penjara, atau hukuman mati,”bebernya.

Sebelumnya, penyidik Polda Sulteng menetapkan tiga tersangka, dari empat terduga pelaku dalam kasus  penyelundupan 15 kilogram sabu tersebut. Mereka ditetapkan sebagai tersangka masing-masing inisial  NJ, AS dan NL, sedangkan ST tidak memenuhi unsur untuk dijadikan tersangka. Penetapan kepada ketiga tersangka dilakukan setelah tujuh hari  penangkapan.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Sulteng mengungkap kasus  penyelundupan 15 kilogram sabu berasal dari jaringan internasional Malaysia-Indonesia, yang masuk di Kabupaten Toli-toli, Juni lalu.

Selain menyita barang bukti sabu, polisi juga menangkap empat orang dengan inisial NJ, AS, NL, dan ST. Saat penindakan dilakukan, barang bukti seberat 15 kilogram ditemukan di perkebunan warga.

Empat orang yang ditangkap memiliki peran masing-masing dalam kegiatan penyelundupan tersebut. NJ bertanggungjawab menjemput barang dari Malaysia melalui jalur laut, AS bertindak sebagai kurir dari kapal ke darat, NL merupakan seorang ibu rumah tangga yang menjaga barang, dan peran ST masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Polisi juga menyita sepeda motor yang digunakan untuk membawa barang ilegal. Ke empat orang tersebut dinyatakan negatif dalam tes konsumsi narkoba. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait sindikat internasional ini.

Pemeriksaan awal, ke empat pelaku ini telah melakukan kegiatan serupa dengan imbalan Rp20-30 juta bila berhasil mengantarkan paket sabu.

Reporter: IKRAM/Editor: NANANG