PALU, MAL — Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Dhandy Adhi Prabowo, menyoroti besarnya potensi investasi Rusia di Sulteng guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran delegasi Rusia tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama lintas sektoral yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Mewakili Ketua DPRD Sulteng dalam jamuan makan malam menyambut Duta Besar Rusia di Palu, Selasa (20/10), Dhandy menegaskan bahwa kunjungan diplomatik ini adalah ruang komunikasi terbuka bagi pembangunan. Sulawesi Tengah memiliki kekayaan sumber daya alam, pertanian, perikanan, hingga pariwisata yang sangat kompetitif untuk ditawarkan kepada investor mancanegara.
Politisi muda ini menilai bahwa investasi Rusia di Sulteng tidak hanya terbatas pada sektor industri konvensional, melainkan juga menyentuh aspek pendidikan dan teknologi kesehatan. Kolaborasi di bidang pendidikan dipandang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal, sementara di sektor kesehatan, Rusia menawarkan keunggulan peralatan medis mutakhir.
“Ini merupakan momentum penting dan positif bagi Sulawesi Tengah. Kita mengetahui bahwa salah satu tujuan utama kunjungan Duta Besar Rusia ke Sulawesi Tengah adalah terkait investasi dan pendidikan,” kata Dhandy Adhi Prabowo, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
Selain itu, Dhandy secara khusus menyoroti tantangan energi di daerah ini yang masih mengalami defisit listrik hingga 160 megawatt. Ia memandang teknologi pembangkit listrik asal Rusia bisa menjadi solusi konkret dalam memenuhi kebutuhan pasokan energi nasional di wilayah tersebut.
Meski peluang kerja sama energi ini sangat terbuka, Dhandy mengingatkan agar setiap penjajakan investasi tetap melalui kajian komprehensif. Aspek keselamatan, dampak lingkungan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap implementasi teknologi energi dari Rusia.
“Harapan kita, kunjungan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan komunikasi dan pembahasan yang lebih konkret, sehingga peluang kerja sama yang ada benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” harap Dhandy.
