TERNATE, MAL — Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri, berpesan kepada para santri agar memaknai kehidupan dengan menimba ilmu agama, mengamalkannya, dan menyebarkan kebaikan kepada umat.
Pesan tersebut disampaikan Habib Alwi dalam Mau’izhah Hasanah di dua pondok pesantren Alkhairaat, yakni Ponpes Alkhairaat Kalumpang dan Ponpes Alkhairaat Salafiyah Sasa, Ternate.
Di hadapan para santri, Habib Alwi mengungkapkan kebanggaannya dapat berada di tengah generasi yang menuntut ilmu agama. Ia bahkan menyebut para santri sebagai wajah-wajah bercahaya yang kelak menjadi penghuni surga.
“Mengapa saya katakan demikian? Karena ini merupakan kebanggaan kemuliaan buat saya, tentunya saya punya alasan. Dan saya katakan bahwa kita semua ini adalah wajah-wajah yang penuh cahaya, penghuni surga,” ungkapnya.
Ia mengingatkan hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa siapa saja yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah SWT akan memudahkan baginya jalan menuju surga.
Menurut Habib Alwi, para santri yang menuntut ilmu agama sedang menapaki jalan menuju kemuliaan tersebut. Cahaya itu, katanya, mulai terlihat melalui kesungguhan mereka dalam mempelajari ajaran agama.
Habib Alwi juga mengenang pengalamannya sebelum belajar di Alkhairaat. Saat itu, ia mengaku belum mengenal huruf Alquran, belum mampu membacanya, serta belum memahami tata cara salat dan berwudu.
“Nah, jadi di saat kita sudah diberikan pemahaman setelah kita masuk belajar di madrasah ini, artinya kita orang pilihan, Allah SWT inginkan untuk kita sebuah kebaikan. Allah SWT ingin kita menjadi orang yang baik, dan Allah SWT mudahkan bagi kita pemahaman terhadap ajaran syariatnya, ini pilihan, dan kemuliaan buat kita,” ungkap Habib Alwi.
Ia menegaskan, kemuliaan menuntut ilmu tidak hanya diberikan kepada para santri, tetapi juga kepada guru yang mendidik serta orang tua yang memasukkan anak-anak mereka ke madrasah untuk belajar agama.
Karena itu, keberhasilan pendidikan agama menjadi kebahagiaan bersama, mulai dari orang tua, para pendidik hingga lingkungan masyarakat. Habib Alwi menyebut proses belajar dan mengajar agama sebagai upaya mewarisi ajaran Rasulullah SAW yang terus bersambung dari generasi ke generasi.
“Jadi hidup yang berarti itu adalah hidup yang memiliki makna, untuk mencari makna itu maka kita ditempa di pondok ini dalami ilmu pengetahuan setelah itu kita sampaikan pada umat dan ini terus tersambung bahwa tujuan kita ridha Allah SWT untuk akhirat,” kata Habib Alwi.
