PALU- Di ketahui bahwa Kota Palu saat ini terus berupaya mewujudkan visi misinya yakni “ Palu Kota jasa Berbudaya dan Beradat dilandasi Iman dan Takwa “ Olehnya untuk mengimplementasikan tercapainya hal tersebut salah satu sector primadona yang didorong yakni dari sector Jasa dengan mendorong tumbuhnya Geliat wisata yang diharapkan dapat seiring dengan bertumbuhnya Geliat Ekonomi Mikro di Kota Palu yakni ekonomi yang menyasar padea para pelaku ekonomi menengah kebawah
“ dari Sektor ekonomi kita mengembangkannya pada ekonomi mikro dengan menumbuhkan pelaku pelaku ekonomi kecil ,kata Hidayat kepada MAL beberapa waktu lalu
Dia menambahkan bahwa kota Palu tidaklah memiliki sumberdaya alam yang bisa diandalkan baik itu pertanian , kelautan dan sebagainya sehingga salah sektore yang primadona untuk menunjang pertumbuhan ekononomi dari sector jasa , dimana salah satu strategi yakni pengembangan melaluyi sector kepariwisataan
“ Kita konsep dan menjadikan Palu sebagai kota Destinasi atau kota Tujuan Wisata, sehingga untuk menumbuhkan hal tersebut kita harus menerapkan teori Sapta Pesona, dengan criteria kota yang Aman, Tertib,bersih, sejuk,indah, Ramah Tamah dan Kenangan,bebernya
Mewujudkan Sapta Pesona pada criteria kenangan adalah kesan yang melekat dengan kuat pada ingatan dan perasaan seseorang yang disebabkan oleh pengalaman yang diperolehnya.kenangan yang ingin diwujudkan dalam ingatan dan perasaan wisatawan dari pengalaman berpariwisata adalah kenangan yang indah dan menyenangkan.disamping itu kenangan yang indah ini dapat pula diciptakan meliputi akomodasi yang nyaman, bersih dan sehat, pelayanan yang cepat, tepat dan ramah, suasana yang mencerminkan ciri khas daerah dalam bentuk dan gaya bangunan serta dekorasinya. Selain itu Atraksi seni budaya daerah yang khas dan mempesona baik itu berupa seni tari, seni suara dan berbagai macam upacara,
“ Pelaksanaan Ritual Balia yang ditampilkan di Festival Pesona Palu Nomoni adalah semata mata bertujuan sebagai suatu tontonan seremonial atau pertunjukan untuk memperkenalkan kepada masyarakat luar bahwa sebelum adanya medis dikota Palu masyarakat kaili tempo dulu melaksanakan Balia sebagai sarana pengobatan ketika itu,bebernya
Hidayat juga tidak mau menanggapi terlalu jauh adanya tudingan tudingan terhadap dirinya yang dianggap sebagai pemuja setan “ saya menyerahkan semua tuduhan itu kepada Allah SWT, yang maha mengetahui apa yang ada didalam hati dan niat saya yang sejak dilantik telah berniat dan siap mengabdikan diri untuk membangun kota palu tercinta ini,tutupnya
Sejak awal memimpin Kota Palu di tahun 2016 sejumlah Program telah diluncurkan oleh Walikota Hidayat yang berpasangan dengan Wakil Walikota Sigit Purnomo Said itu diantaranya yakni pembebasan pungutan di sekolah mulai TK,SDN dan SMP serta penambahan jam belajar agama yang dilakukan pada Sore hari semua dilaksananakan secara gratis tanpa membebankan anggaran pada masyarakat, selain itu terobosan lainnya hadirpadea bidang kesehatan dengan pemberlakuan pengobatan Gratis dari jam 16.00 hingga 20.00 di seluruh puskesmas yang ada dikota Palu,
Perbaikan dan Pembenahan berbagai sarana infrastruktur area public jalan dan drainase juga telah dilakukan dengan arah pembangunan berbasis kawasan, selain itu program yang dinilai sangat memberi dampak positif dan mendapat dukungan masyarakat luas ketika itu yakni penertiban pasar manonda dan warung remang remang dipantai talise palu,
Terobosan yang dilakukan tersebut tidaklah berjalan mudah awak media mencatat bahwa aksi penertiban yang dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo Said terhadap warung remang remang dipantai Talise Palu ketika itu terjadi ketegangan yang nyaris mengancam nyawa Wawali yang tersohor dengan Panggilan Pasha itu, demikian pula penertiban pedagang pasar manonda yang mendapat perlawanan dari sejumlah oknum dalam insiden itu telah mangakibatkan sejumlah anggota Satpol PP Palu terluka, namun begitu gejolak berangsur teredam dengan sendirinya sehingga pedagang pun taat saat ditertibkan dengan ketentuan berjualan didalam los pasar yang ada, kemudian dimanonda Pemkot juga mengatur jam pembuangan sampah dan menentukan titik lokasi TPSnya, selain itu pemkot juga telah melakukan pelebaran jalan dan perbaikan drainase serta pemasangan lampu penerangan jalan yang cukup mendapat apresiasi dan disambut baik dari warga kota Palu.(HAMID)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.