MIAMI, MAL – Sebuah pesawat kargo Boeing 767-300 yang dioperasikan 21 Air untuk Amazon Air keluar dari landasan pacu saat mendarat di Bandara Internasional Miami (MIA), Amerika Serikat, pada Minggu (6/9/2026), menabrak dua kendaraan di darat dan menyebabkan lima orang tewas serta lima lainnya mengalami luka-luka.
Pesawat Amazon Air Flight 7598 tersebut mengalami runway overrun saat mendarat di Runway 30 sekitar pukul 13.53 hingga 14.00 waktu setempat.
Setelah melampaui ujung landasan, pesawat menabrak peralatan navigasi, menghantam sebuah van Ford Econoline yang berada di area bandara, menembus pagar perimeter, lalu menabrak sebuah SUV Toyota Corolla Cross sebelum akhirnya terbakar.
Ketua National Transportation Safety Board (NTSB), Jennifer Homendy, mengatakan seluruh korban tewas berada di dua kendaraan yang tertabrak pesawat.
“Pesawat kargo Amazon menabrak van dengan tujuh orang di dalamnya dan SUV saat keluar dari landasan,” kata Homendy.
Ia menggambarkan kondisi lokasi kejadian sebagai kehancuran total. Menurutnya, pesawat melaju sekitar 1.300 kaki atau sekitar 396 meter melewati permukaan landasan beraspal sebelum berhenti.
Data awal menunjukkan pesawat melaju dengan kecepatan sekitar 128 hingga 130 mil per jam atau sekitar 206 hingga 209 kilometer per jam saat keluar dari area landasan yang dapat digunakan. NTSB juga menyebut tidak ada panggilan darurat atau mayday yang disampaikan kru sebelum pendaratan.
Kepala Miami-Dade Fire Rescue, Raied “Ray” Jadallah, mengatakan sekitar 200 personel dikerahkan untuk menangani insiden tersebut. Tim penyelamat melakukan pemadaman api, evakuasi korban, ekstrikasi korban yang terjebak, serta penanganan kebocoran bahan bakar.
“Ada total 10 pasien, dan MDFR mengangkut lima pasien melalui darat. Tiga diangkut ke trauma center lokal. Dua lainnya dinilai dan diangkut ke rumah sakit daerah,” ujar Jadallah.
Van yang tertabrak diketahui milik Professional Ocean Service Corporation dan membawa tujuh kru pembersih pesawat. Sementara SUV Toyota Corolla Cross berada di luar pagar perimeter bandara saat tertabrak.
Penyebab kecelakaan hingga kini masih diselidiki. NTSB bersama Federal Aviation Administration (FAA) memeriksa berbagai faktor, termasuk kondisi pesawat, prosedur operator, komunikasi pengatur lalu lintas udara, pelatihan kru, kondisi cuaca, dan performa pendaratan.
Tim investigasi NTSB yang berjumlah 32 orang telah berada di lokasi sejak Senin (7/9/2026). Perekam data penerbangan (Flight Data Recorder/FDR) dan perekam suara kokpit (Cockpit Voice Recorder/CVR) telah ditemukan dan dibawa untuk dianalisis lebih lanjut.
“Fokus utama adalah pada pemulihan korban. Investigasi dan akses ke pesawat, serta bukti, dapat menunggu sementara itu berlangsung,” kata Homendy.
Juru bicara Amazon, Kelly Nantel, menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut.
“Kami sangat berduka mengetahui bahwa lima orang kehilangan nyawa dalam insiden hari ini di Bandara Internasional Miami. Simpati terdalam kami sampaikan kepada keluarga, orang terkasih, dan semua yang terdampak oleh kehilangan yang menghancurkan ini,” ujar Nantel.
CEO 21 Air, Keith Winters, menyatakan perusahaannya bekerja sama penuh dengan NTSB, FAA, dan otoritas setempat selama proses penyelidikan berlangsung.
Akibat kecelakaan tersebut, operasional Bandara Internasional Miami sempat dihentikan selama sekitar tiga jam. Lebih dari 450 penerbangan dilaporkan tertunda atau dibatalkan sebelum dua dari empat landasan pacu kembali dibuka pada malam hari.
Hingga Selasa (8/9/2026), identitas para korban belum diumumkan secara resmi dan investigasi masih terus berlangsung.
