PALU, MAL – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah mendorong agar program revitalisasi sekolah serta penguatan Program Berani Cerdas menjadi prioritas utama dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.
Dorongan ini disampaikan dalam rapat kerja Komisi IV bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) mitra yang juga membahas Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026, pada Rabu (5/8/2026), di Ruang Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah.
Rapat yang berfokus pada proyeksi anggaran sektor pendidikan, sosial, dan kesejahteraan masyarakat ini dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah, Moh. Hidayat Pakamundi, didampingi Sekretaris Komisi IV Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah. Anggota Komisi IV yang hadir antara lain Zalzulmida A. Djanggola, Mohammad Nurmansyah Bantilan, Risnawati M. Saleh, Baharuddin Sapii, Rahmawati M. Nur, Aristan, dan Awaluddin.
Moh. Hidayat Pakamundi menjelaskan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan Badan Anggaran DPRD terkait KUA-PPAS 2027 dan Perubahan KUA-PPAS 2026.
“Hari ini fokus pembahasan di masing-masing komisi bersama mitra kerja. Di Komisi IV kami membahas proyeksi anggaran tahun 2027, evaluasi anggaran berjalan tahun 2026, sektor sosial, pendidikan, hingga program di Biro Kesejahteraan Rakyat,” ujarnya.
Menurut Hidayat, sektor pendidikan menjadi pembahasan utama karena berhubungan langsung dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah. Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pada Tahun Anggaran 2027 masih memprioritaskan peningkatan kompetensi guru SMA, SMK, dan SLB yang menjadi kewenangan provinsi, serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
“Kami berharap dengan meningkatnya kemampuan fiskal daerah, semakin banyak sekolah yang mendapatkan program revitalisasi sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih nyaman, aman, dan berkualitas,” kata Hidayat.
Selain revitalisasi sekolah, Komisi IV juga memberikan perhatian serius terhadap penguatan Program Berani Cerdas, salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bidang pendidikan.
Program ini tidak hanya mencakup bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa asal Sulawesi Tengah, tetapi juga berbagai bentuk bantuan pendidikan lainnya.
Berdasarkan pemaparan OPD, Program Berani Cerdas meliputi bantuan seragam sekolah, pembebasan biaya praktik kerja industri (Prakerin), Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda), serta berbagai program pendukung lainnya untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Sulawesi Tengah.
Dalam rapat tersebut, Komisi IV menerima laporan mengenai sejumlah sekolah yang masih menghadapi persoalan pengelolaan dan pemanfaatan sarana pendidikan. Beberapa di antaranya berada di Kabupaten Sigi, Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, serta SMK Perikanan di Kabupaten Tojo Una-Una.
Sebagian besar persoalan tersebut, menurut Hidayat, telah ditinjau langsung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah dan mulai ditangani sesuai kondisi di lapangan.
“Khusus SMK Perikanan di Tojo Una-Una, pemerintah sedang menyiapkan langkah afirmatif agar sekolah tersebut dapat berkembang sesuai potensi wilayah pesisir dan sektor perikanan yang menjadi keunggulan daerah,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa masih terdapat kendala administratif yang menghambat pelaksanaan revitalisasi sekolah, terutama terkait legalitas aset. ***
“Masih ada sekolah yang belum memiliki sertifikat tanah sehingga belum dapat diikutsertakan dalam program revitalisasi. Saat ini pemerintah sedang menyelesaikan proses legalitas aset tersebut,” pungkas Hidayat Pakamundi. ***
