GAZA, MAL — Seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Israel menghentikan serangan ke Gaza belum menghentikan aksi militer Israel. Sedikitnya enam warga Palestina syahid dan 14 lainnya terluka setelah sebuah kafe di kawasan pelabuhan Kota Gaza dibom, Selasa malam.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan para korban dibawa ke Kompleks Medis Al-Shifa. Beberapa korban luka dilaporkan dalam kondisi serius, sementara sedikitnya satu anak termasuk di antara korban.
Serangan terjadi sehari setelah Trump secara terbuka meminta Israel menghentikan serangan ke Gaza. Pernyataan itu disampaikan Trump kepada Fox News ketika menantunya, Jared Kushner, sedang berada di Israel untuk bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pejabat lainnya.
Trump menyebut Hamas pada akhirnya akan menyerahkan senjatanya. Karena itu, menurut dia, serangan Israel seharusnya tidak terus dilakukan.
Namun, serangan kembali terjadi. Israel menyatakan sejumlah sasaran yang diserang berkaitan dengan operasi Hamas pada 7 Oktober 2023.
Gerakan Mujahidin Palestina mengecam pengeboman kafe tersebut sebagai kejahatan perang terhadap warga sipil. Mereka menilai serangan terhadap tempat umum menunjukkan berlanjutnya kekerasan terhadap warga Palestina sekaligus mengancam upaya mediasi untuk mengakhiri perang.
Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) juga mengecam serangan tersebut sebagai “pembantaian pelabuhan”. Mereka menilai serangan itu menunjukkan bahwa Israel tetap mengabaikan upaya gencatan senjata dan terus berupaya menciptakan kondisi baru di Gaza.
PFLP mendesak mediator dan negara-negara penjamin segera mengambil langkah untuk menghentikan serangan serta melindungi warga sipil Palestina.
Kelompok tersebut juga menyoroti peran Washington yang dinilai memberikan dukungan politik kepada Israel. Menurut mereka, tanpa tekanan internasional yang lebih kuat, seruan penghentian serangan berisiko hanya menjadi pernyataan politik tanpa dampak di lapangan.
Serangan terbaru itu kembali memperlihatkan kesenjangan antara pernyataan politik Amerika Serikat dan tindakan militer Israel di Gaza. Trump menyerukan penghentian serangan, tetapi bom Israel kembali jatuh di tengah warga sipil.
