JAKARTA — PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menargetkan pelatihan keterampilan teknis dan nonteknis bagi 1.500 siswa SMK di berbagai daerah sepanjang 2026.

Hingga Agustus 2026, sebanyak 981 siswa dari 63 SMK di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Papua, dan Sulawesi telah mengikuti program pelatihan yang digelar TBIG.

Pada Agustus ini, TBIG memberikan pelatihan perawatan infrastruktur telekomunikasi kepada 60 siswa dari 16 SMK di wilayah Jabodetabek. Peserta merupakan siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Pelatihan berlangsung selama tiga hari dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. Materi tersebut mencakup keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta bekerja di ketinggian (working at height).

TBIG menggandeng mitra kerja dalam pelaksanaan pelatihan sekaligus sertifikasi peserta. Selain teori, siswa mendapat materi praktik yang berkaitan dengan pekerjaan di bidang infrastruktur telekomunikasi.

Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An, mengatakan pelatihan tersebut merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang berfokus pada perawatan fasilitas infrastruktur telekomunikasi.

“Pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan sebelumnya yang terfokus kepada perawatan fasilitas infrastruktur telekomunikasi. Saat ini kami sudah memberikan pelatihan bagi siswa lebih dari 481 orang di Jabodetabek,” kata Lie Si An.

Menurut dia, materi pelatihan disusun berdasarkan praktik yang diterapkan di dunia kerja. Hal itu diharapkan dapat memberikan gambaran kepada siswa mengenai standar dan keterampilan yang dibutuhkan industri telekomunikasi.

Lie Si An menilai kerja sama antara dunia industri dan pendidikan penting untuk meningkatkan kesiapan lulusan SMK memasuki dunia kerja.

“Kolaborasi seperti ini dapat meningkatkan kompetensi lulusan SMK. Lewat pelatihan ini, siswa memperoleh pengalaman praktis serta pemahaman mengenai standar keselamatan dan kompetensi yang dibutuhkan di industri telekomunikasi,” ujarnya.

Salah seorang peserta, Jau Harul Fuadil Habib, siswa SMK 11 Maret Jakarta, mengatakan pelatihan tersebut memberikan pengetahuan dan pengalaman baru.

“Saya jadi lebih memahami perangkat-perangkat yang ada di tower BTS, cara kerja jaringan, serta dasar-dasar instalasi dan perawatan. Pelatihannya sangat membantu dan menambah kesiapan saya untuk terjun ke dunia kerja,” katanya.

Peserta lainnya, Wahyu Nur dari SMK Fatahillah Cileungsi, Bogor, juga mengatakan pelatihan memberikan pengalaman langsung yang berkaitan dengan kondisi pekerjaan di lapangan.

“Selain mendapat pelatihan secara daring, saya juga mendapatkan kesempatan melihat kondisi nyata di lapangan. Dengan begitu, saya bisa lebih mempersiapkan diri ketika bekerja nanti,” ujarnya.

Melalui program tersebut, TBIG menargetkan siswa SMK memiliki keterampilan teknis dan pemahaman mengenai budaya kerja serta keselamatan kerja yang dibutuhkan di industri telekomunikasi. ***