PALU, MAL – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura menggelar Seremonial Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 di halaman kantornya, Jalan Kartini, Kota Palu, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung empat hari sejak 10 Agustus ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem durian daerah dan mendorong komoditas unggulan Sulawesi Tengah menembus pasar global.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, turut hadir dalam seremonial ini. Acara ini merupakan bentuk apresiasi kepada petani durian, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan yang berkomitmen menerapkan sistem jaminan mutu melalui Good Agricultural Practices (GAP).
Penerapan GAP menjadi fondasi penting dalam menghasilkan durian berkualitas yang memenuhi persyaratan standar negara tujuan ekspor.
Selama Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026, masyarakat dan pelaku agribisnis disuguhkan berbagai agenda. Ini termasuk Focus Group Discussion (FGD) tentang integrasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan durian, serta temu bisnis mengenai pembangunan ekosistem durian Sulawesi Tengah menghadapi pasar global.
Tersedia pula sesi coaching clinic tentang peranan pupuk dan pengendalian hama penyakit untuk meningkatkan kualitas tanaman dan hasil panen durian.
Layanan registrasi kebun GAP dan protokol ekspor durian juga disediakan, menghadirkan konsultasi dan pendampingan terpadu dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Tengah, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah.
Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan peluncuran Dashboard Potensi Komoditas Pertanian/Hortikultura Sulawesi Tengah sebagai media informasi digital, serta Pasar Tani yang menampilkan produk unggulan petani dan UMKM lokal.
Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, panitia menggelar lomba menggambar dan mewarnai bagi siswa TK dan SD, lomba internal Dinas TPH, aksi donor darah, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan bahwa cita-cita besar pemerintah dan masyarakat daerah adalah menjadikan Sulawesi Tengah sebagai “raja durian dunia”.
“Cita-cita kita, Sulawesi Tengah menjadi raja durian dunia,” kata Gubernur Anwar Hafid.
Menurut gubernur, potensi durian Sulawesi Tengah memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar internasional.
Ia juga menyebut Durian Vulcano Indonesia telah diluncurkan sebagai bagian dari upaya memperkuat branding durian asal Sulawesi Tengah.
Gubernur menegaskan, perjuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menembus pasar ekspor bukanlah hal baru.
“Berbicara ekspor merupakan rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan begitu lama. Perjuangan Sulawesi Tengah melakukan ekspor sudah berlangsung lama, sejak sebelum saya menjadi gubernur,” ungkap Gubernur Anwar Hafid.
Ekspor perdana durian Sulawesi Tengah telah dilakukan pada 2025 dan kegiatan tersebut terus berjalan hingga kini. Salah satu aspek paling penting dalam menjaga keberlanjutan ekspor durian adalah kemampuan memenuhi persyaratan negara tujuan.
“Ekspor perdana kita lakukan 2025 kemarin, dan ekspor itu terus berjalan sampai hari ini. Persyaratan negara tujuan menjadi penting, sehingga standar negara tujuan menjadi standar kita di sini. Itu menjadi hal sangat penting dari seluruh kegiatan ekspor durian,” jelas Gubernur Anwar Hafid.
Pengembangan durian Sulawesi Tengah tidak cukup hanya mengandalkan jumlah produksi, tetapi juga peningkatan kualitas, standar keamanan pangan, konsistensi produksi, hingga pemenuhan persyaratan pasar internasional. ***
