AMPANA, MAL – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah mengajak para wartawan untuk terus membangun optimisme ekonomi Indonesia, meskipun dunia sedang menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang disebut sebagai turbulensi.
Pemberitaan positif secara masif dinilai krusial untuk menggerakkan roda perekonomian di sektor riil.
Kepala Bank Indonesia Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, menyampaikan hal tersebut saat membuka Capacity Building Media Mitra di Marina Cottage, Ampana, Kabupaten Tojo Unauna, Ahad (2/8/2026) malam.
Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini telah mencapai tahap turbulensi yang tidak menentu dan tak terduga.
“Bank Indonesia menilai ekonomi saat ini bukan lagi volatile, tapi telah mengalami turbulensi. Artinya, keadaannya menjadi tidak menentu secara tak terduga,” kata Muhammad Irfan Sukarna.
Irfan Sukarna mengatakan, perekonomian global tahun ini jauh lebih buruk dibandingkan tahun lalu. Konflik yang terjadi bukan hanya perang Rusia-Ukraina, melainkan telah bertambah dengan konflik Iran dan Amerika.
Kondisi ini tentu membawa dampak signifikan terhadap perekonomian nasional dan daerah, menuntut upaya membangun optimisme ekonomi Indonesia.
“Tahun lalu hanya perang Rusia-Ukraina, tahun ini ditambah dengan perang Iran dan Amerika,” ujarnya.
Meski demikian, Irfan menegaskan bahwa optimisme ini harus terus dipupuk. Bangsa Indonesia telah terbukti mampu melewati berbagai gejolak ekonomi sebelumnya, termasuk krisis ekonomi 1998, wabah penyakit, hingga serangkaian bencana alam.
“Buktinya, kita bisa melewati gejolak ekonomi tersebut dengan baik. Kali ini, kita harus optimis juga bisa melewatinya,” jelas Irfan. “Masih ada setitik cahaya di dalam gelap ini. Kita harus memperbesar cahaya itu.”
Terkait kegiatan peningkatan kapasitas wartawan di Sulteng, Irfan menjelaskan bahwa Capacity Building Media Mitra di Ampana merupakan wujud komitmen BI Sulteng dalam mempererat kemitraan.
Bank Indonesia, kata dia, menganggap media memiliki peranan penting sebagai penyalur informasi antara pembuat kebijakan dengan masyarakat, serta menjaga optimisme ekonomi Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, BI Sulteng menghadirkan dua narasumber ahli, Mahandis Yoanata Thamrin dari National Geographic Indonesia dan Hariyanto dari Media Indonesia, yang turut berbagi wawasan kepada para jurnalis.
